Kesehatan

Perubahan Cuaca Mengakibatkan Banyak Pasien Dirawat Inap di Puskesmas Tlanakan 

×

Perubahan Cuaca Mengakibatkan Banyak Pasien Dirawat Inap di Puskesmas Tlanakan 

Sebarkan artikel ini
20240430 134754 0000
Foto: Salah satu pasien di Puskesmas Tlanakan Pamekasan saat ditemui pewarta

PAMEKASAN, Detikzone.net – Seiring dengan perubahan cuaca atau yang lebih kita kenal adalah pancaroba di suatu wilayah biasanya ditandai dengan cuaca yang cenderung dengan tidak menentu.

Dampak dari pancaroba di tahun 2024 memasuki bulan ke empat ini, salah satunya adalah di tempat rujukan pelayanan di desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.

Pancaroba adalah masa transisi atau pergantian antara dua musim, seperti halnya musim kemarau menuju ke musim penghujan dan musim penghujan menuju ke musim kemarau, karena negara Indonesia sendiri merupakan sebuah negara yang memiliki iklim tropis, sedangkan tropis di Indonesia ada tiga siklus diantaranya yaitu, musim kemarau, pancaroba dan musim hujan.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Dokter Heny Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya.

Kepada sejumlah awak media, dirinya menjelaskan, di Puskesmas Tlanakan ini banyak pasien yang dirawat inap lantaran sakit.

“Beragam penyakit pasien yang dirawat di Puskesmas kami antara lainnya sakit infeksi akut, pernafasan atas, TBC, stroke, kejang kejang, gagal jantung, pneumonia kemudian penyakit paru paru sebagian juga anemia,” katanya

Disinggung soal dampak pancaroba, dokter Heni ini mengatakan, ada pasien yang mengalami diare, dan ini diderita oleh pasien yang usianya masih anak anak seperti halnya penyakit diare, tipes dan DBD.

“Dari transisi ini biasanya sebuah musim ditandai dengan kemunculan pada perubahan perubahan cuaca atau iklim yang menyebabkan perubahan pada suhu juga kelembaban udara sehingga memunculkan penyakit-penyakit, ujarnya Kapus Tlanakan pada Selasa 30/4/2024.

Bahkan, lanjut dia, virus dan bakteri akan lebih leluasa berkembang biak dan hidup lebih lama dilingkungan yang lembab.

“Penyakit-penyakit yang biasa muncul akibat pancaroba ini adalah penyakit flu, demam berdarah, chikungunya (tidak jauh berbeda dengan demam berdarah), infeksi pada saluran pernapasan (ispa) dan diare,” sebutnya pada media.

Bergeser diruang rawat inap, dikatakan oleh seorang ibu asal Desa Larangan Tokol, sebut saja Erna ( 28) mengungkapkan, kalau anaknya sudah dua hari dirawat inap di puskesmas Tlanakan ini lantaran sakit diare.

Sementara itu, ibu Tika asal Desa Larangan Tokol mendampingi anaknya 5 tahun dirawat inap di puskesmas Tlanakan ini menderita penyakit tipes dan sudah 4 hari anaknya di rawat inap dan alhasil nya membaik sekalipun belum sepenuhnya.

Sementara, Ibu Jannah yang merupakan warga Desa Branta Pesisir merasa puas atas pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas Tlanakan ini.

Putrinya yang terkena demam berdarah ini sudah 4 hari dirawat inap sudah mulai membaik.

“Ini terbukti cara perawat maupun dokter nya di lingkungan puskesmas Tlanakan pelayanan cukup memuaskan dan baik,” jelasnya.

Ia berharap pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas Tlanakan ini semakin  ditingkatkan lagi.

“Karena Puskesmas ini adalah tempat rujukan masyarakat untuk berobat agar kembali sehat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan