Pemerintah

Momen Lebaran Ketupat, DKPP Sumenep Dorong Penyuluh Kembangkan Produk Pertanian Lokal

×

Momen Lebaran Ketupat, DKPP Sumenep Dorong Penyuluh Kembangkan Produk Pertanian Lokal

Sebarkan artikel ini
IMG 20240417 WA0107

Sumenep, Detikzone.net- Momen lebaran ketupat dijadikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mendorong setiap Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di seluruh kecamatan untuk mengembangkan produk pertanian lokal.

Untuk itu, DKPP Sumenep menggelar Lomba Membuat Produk Kuliner Pertanian Lokal di halaman kantornya, di Bangselok, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Rabu (17/04/2024).

IMG 20240417 WA0106

Pantauan detikzone.net, seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Sumenep tengah mempersiapkan hidangannya dari bahan utama ketupat dan produk pertanian lokal khas kecamatan dan daerah tugasnya masing-masing.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid berharap kegiatan ini dapat meningkatkan jalinan silaturrahmi dan sinergisitas antar penyuluh pertanian di Bumi Sumekar.

“Kami harap kegiatan seperti ini dapat memperkuat kekeluargaan. Ke depan seluruh lapisan penyuluh pertanian dari kecamatan-kecamatan di Sumenep dapat saling bahu-membahu demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pertanian,” ungkapnya, Rabu (17/04/2024).

Chainur Rasyid juga mendorong setiap penyuluh pertanian semakin masif melakukan inovasi, salah satunya dengan memperkuat ciri khas kuliner masing-masing daerah serta kecamatan berbahan dasar produk pertanian lokal.

“Masing-masing kecamatan di Kabupaten Sumenep ini memiliki ciri khas atau produk pertanian unggulan. Gelaran kegiatan hari ini dilakukan dalam rangka memupuk semangat para penyuluh untuk tidak berhenti melakukan aksi-aksi inovasi,” tutur ia.

Lebih lanjut, kepala dinas pertanian menjelaskan bahwa dilaksanakannya kegiatan semacam ini juga tak lain bertujuan untuk melestarikan tradisi dan budaya yang melekat pada kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura yakni makan ketupat di momen lebaran ketupat.

“Kami terinsipirasi untuk ikut andil dalam melestarikan tradisi dan budaya di Sumenep pada saat lebaran ketupat. Dari kuliner khas produk lokal dan ketupat yang diolah penyuluh, menjadi bukti nyata pelestarian budaya, adat tradisi Sumenep Madura,” tandasnya.

Dari kegiatan ini, penyuluh pertanian berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan resep, menu, dan nama masakan yang baru seperti di antaranya adalah Sothol (Soto dan Pentol), Soto Konah (Kuno,red.) Khas Kota Tua, Soto Campor Astrut, Soto Mie Kaget, Soto Ayam Bawang Rubaru, Soto Pelangi Ketupat, Soto Ayam Makobessah, Soto Lamongan.

Lalu Soto Mariam Laila, Soto Dhisa (Desa,red.), Soto Mie Manding, Soto Sayur Marlena, Soto Sebening Hati, Soto Ayam, Urap-urap Ketupat, Soto Toronan Anti PMK, dan Soto Tek Tek Koya Kelapa, Soto Kermata, Soto Hari Raya (THR), Soto Digital, Soto Ayam Ketupat.

Semua kuliner yang diolah diketahui memiliki nilai jual ekonomis yakni Rp 20 Ribu. Hal ini dilakukan untuk memberikan percontohan pada publik, bahwa dengan menghemat, masih terbuka potensi untuk menciptakan menu masakan kuliner berkualitas.

Tinggalkan Balasan