Berita

H Ruhimat Menguat, Bacalon Lain Masih  Andalkan Medsos, Bisa Kehilangan Momentum

×

H Ruhimat Menguat, Bacalon Lain Masih  Andalkan Medsos, Bisa Kehilangan Momentum

Sebarkan artikel ini
IMG 20240417 WA0272

Subang, Detikzone.net – Munculnya sejumlah poros yang memasangkan dan mencocokkan sejumlah figur untuk bertarung dalam Pemilihan Bupati Subang tahun 2024, disambut baik salah satu simpatisan H Ruhimat, Syamsul Hadi.

Namun diingatkan agar poros dan pasangan figur-figur tersebut tidak hanya membangun opini di tingkat elite belaka. Apalagi sampai terlalu lama testing the water.

Terlalu lama testing the water bagi kandidat dan pasangan kepala daerah dapat memiliki dampak negatif yang signifikan. Semakin lama kandidat menunda untuk mengambil tindakan nyata, semakin besar kemungkinan mereka kehilangan momentum, kata Simpatisan H Ruhimat, Syamsul Hadi rabu 17/04/2024.

Pilkada serentak 2024, kata Hadi ini kini sudah memasuki tahapan secara resmi Awal Mei mendatang, penyerahan dokumen untuk persyaratan kandidat perseorangan bahkan sudah dibuka oleh KPU.

Sementara pendaftaran resmi kandidat hanya dibuka tiga hari oleh KPU yakni pada 27-29 Agustus 2024.

Karena itu, Hadi mengemukakan kandidat yang terlalu lama hanya melakukan testing the water mungkin kehilangan kesempatan untuk membangun dukungan awal yang penting dan memperoleh keunggulan kompetitif di fase-fase krusial.

Seperti diketahui, sejumlah poros kandidat calon Bupati dan wakil Bupati yang digagas berbagai pihak kini sudah mulai dimunculkan ke publik. Misalnya, ada pasangan Kuda Hitam, yang menggagas tampilnya figur dari Subang Utara dan Subang Tengah .

Muncul pula poros yang menempatkan nama nama Besar yakni H Ruhimat ( incomben ), Elita ( Ketua DPD II GOLKAR Subang ), Farah ( Ketua DPC PAN Subang ), mereka bertiga tersebut sebagai magnet utama.

Sayangnya tutur Hadi, berbagai poros dan kandidat tersebut, saat ini hanya masih membangun opini di tingkat elite belaka. Belum terlihat aksi-aksi nyata dari mereka, kecuali cuma masif mengenalkan diri di group-group percakapan aplikasi perpesanan atau juga melalui media sosial.

Hal yang dimaknai sebagai upaya sekadar ”cek ombak” atau “testing the water semata sekali waktu ada beberapa agenda calon – calon tersebut melakukan acara buka puasa bersama atau menyampaikan keinginannya untuk ikut ihtiar, belum ada saya lihat yang benar – benar berpandangan visioner tentang Subang kedepan.

Bicara belaka tanpa aksi nyata yang konkret, hanya akan menimbulkan ketidakpastian di antara pemilih dan pendukung potensial. Ketidakpastian ini malah hanya akan dapat merusak citra kandidat sebagai pemimpin yang tegas dan dapat diandalkan, tandas Hadi.

Dia menekankan, salah satu aspek penting yang harus dilakukan di fase awal pilkada seperti saat ini adalah memperkuat nama kandidat di benak pemilih. Dan terlalu lama menunda-nunda untuk masuk ke arena politik yang sesungguhnya dapat mengurangi jumlah waktu yang tersedia untuk memperkenalkan diri kepada pemilih dan memperkuat identitas dan pesan kandidat.

Belum lagi jika memperhitungkan para pesaing justru sudah selangkah lebih maju. Seperti sudah aktif membangun dukungan, memperkuat basis pemilih, dan mengumpulkan sumber daya. Sehingga kata Hadi, terlalu lama menunda aksi nyata dapat memberikan keunggulan kepada pesaing yang lebih proaktif dan dapat mengurangi peluang kandidat yang masih testing the water untuk berhasil.

Salah satu awak media juga bertanya tentang sosok Urip yang akan ikut dalam perhelatan kontestasi pilkada Subang 2024.

“Ya untuk saat ini siapa yang tidak kenal beliau itu adalah orang baik dan orang yang saya tahu tulus ihlas didalam membantu antar sesama. Hadi juga menjawab bahwa Bos Urip itu orangnya Lowprofile dengan semua kalangan,” ujar Bang Hadi.

Hadi juga ditanya lagi tentang Urip akan maju berpasangan dengan salah satu mantan ketua APDESI Subang.

“Ya dalam politik sah – sah saja karena kata Hadi semuanya masih Dinamis, saya tahu betul bagaimana Urip itu orangnya cerdas dan tidak mungkin secepat itu Beliau menyimpulkan sikap politiknya, dan yang saya tahu Urip itu sangat dekat hubungannya dengan H Ruhimat,” turunnya.

Disinggung  apakah benar Bos Urip akan menempuh jalur independen, Hadi berkata semuanya masih belum final, karena dirinya tidak pernah diajak bicara terkait strategi politik sambil Hadi berkelakar, itu hak prerogatif Urip Dengan cara pandang politiknya seperti apa dan endingnya akan seperti apa.

“Nanti terserah Beliau ya, saya sebagai kawan ya lebih tertarik melihat Urip itu jika serius maju seyogyanya melalui jalur Partai,” terangnya.

“Yang saya tahu saat ini H Ruhimat saat ini masih memiliki elektabilitas yang cukup bagus, indikatornya adalah capaian yang saat ini persepsi saya yang paling utama adalah aksessibiliti sudah mulai terintegrasi dengan baik di kabupaten Subang, sayangnya dimasa kepemimpinan beliau itu kita dilanda pandemi yang justru berakibat beberapa program yang menjadi target belum terimplentasi dengan baik,” jelasnya.

Namun bagaimanapun juga kata Hadi, sosok calon wakil Bupati Subang nantinya sangat menentukan didalam strategi memenangkan pertarungan kontestasi Pilkada Subang 2024 ini.

Tinggalkan Balasan