HukrimPeristiwa

Polisi Tembak Polisi Saat Pengungkapan Secuil Sabu, Aktivis Sumenep Minta Kapolri Turun Tangan

×

Polisi Tembak Polisi Saat Pengungkapan Secuil Sabu, Aktivis Sumenep Minta Kapolri Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20240414 131439
Foto: Kapolri (kiri) , ilustrasi polisi tembak polisi (kanan)

Sumenep, Detikzone.net- Tragedi tragis Polisi tertembak peluru Polisi saat proses penangkapan Umar pelaku penyalahgunaan narkoba bersama barang bukti yang hanya secuil Sabu di Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep mendapat kritikan serius dari aktivis Timur daya. Ahad, 14/04/2024.

Peristiwa tersebut tidak hanya memalukan nama institusi Polri, namun juga marwah Polres Sumenep.

Pasalnya, korban yang tertembak peluru polisi tidak hanya polisi sendiri, melainkan driver Speed Boat yang juga ikut ke daratan mengikuti proses penangkapan Umar.

Diketahui, terduga pelaku penembakan inisial JO. Sementara, korban yang merupakan anggota Polsek Sapeken inisial NA dan driver Speed Boat inisial AR.

Ketua Gerakan Pemuda Timur Daya (Garda Raya) Abd. Basith mengatakan, tragedi memilukan tersebut harus mendapat atensi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

“Kasus ini harus mendapat atensi langsung dari Kapolri,” kata Abd. Basith.

20240414 133008 0000
Foto dari Humas Polres Sumenep: BB Hasil pengungkapan yang katanya masih belum ditimbang karena disana tidak ada alatnya.

Ia juga menyebut, insiden Polisi tertembak peluru polisi itu juga harus menjadi PR tersendiri.

“Tragedi tersebut harus menjadi PR tersendiri bagi Institusi Polri. Khususnya Polres Sumenep,” sebutnya.

Abd. Basith. mengungkapkan, penggunaan Senpi untuk anggota Polri  harus sesuai dengan
Perkapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Melihat ketatnya penggunaan senpi bagi polisi, maka prosedurnya pun telah dibuat ketat agar para polisi memahami prinsip penggunaannya. Khususnya untuk prosedur mengenai peringatan sebelum penggunaan senpi. Hal ini pun tertera pada Pasal 48 ayat (2) ,” ungkapnya.

Selain itu, Abd. Basith menekankan, penggunaan senpi harus betul-betul profesional dan terlatih. Sebab, senjata tersebut sangat berbahaya.

“Saya berharap kejadian ini tidak sampai terulang kembali. Apalagi ada insiden polisi tertembak peluru Polisi,” harapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, kedua korban penembakan sedang dirawat di RS Abuya.

“Kedua korban sedang dirawat di RS Abuya Kangean. Bahkan Kasatreskoba sudah ada di Pulau,” jelas sumber terpercaya.

Hingga berita ini terbit, Kasi Humas Polres Sumenep Widiarti masih bungkam kendati sudah dikonfirmasi.

Bahkan hingga kini, terduga pelaku penembakan inisial JO belum jua membalas konfirmasi media ini.



Diwartakan sebelumnya, Penggerebekan pelaku penyalahgunaan narkoba di Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken terhadap Umar, menyisakan duka mencengangkan sekaligus memalukan bagi nama institusi Polres Sumenep, Polda Jatim. Sabtu, 13/04/2024.

Bagaimana tidak, anggota Polsek Sapeken inisial NA yang bertugas saat pengerebekan dan penangkapan justru menjadi korban peluru nyasar anggota polisi lainnya yang tak lain adalah seniornya sendiri inisial JO.

Bahkan, peluru nyasar JO itu juga menembus jari manis pengemudi Speed Boat inisial AR.

Padahal berdasarkan rilis Humas Polres Sumenep, barang bukti yang berhasil  diamankan hanya secuil, yakni 1 paket Narkotika (Sabu) ukuran sedang.

Kepada pewarta, sumber internal kepolisian Polres Sumenep yang identitasnya tidak mau disebut mengatakan, insiden polisi tembak polisi di Kepulauan Sapeken itu benar adanya.

“Ada polisi jadi korban peluru polisi di Kepulauan Sapeken,” kata sumber internal Polres Sumenep kepada pewarta.

Tidak hanya sumber internal kepolisian, inisial M, seorang ASN yang bertugas di Sapeken juga mengamini kejadian polisi tembak polisi saat penggerebekan penyalahgunaan narkoba.

“Saya juga konfirmasi ke salah satu anggota koramil yang ikut melakukan penggerebekan. Sebenarnya itu kesalahan anggota polisi itu,” ujar M.

Menurutnya, insiden penembakan itu terjadi saat Umar melakukan aksinya di belakang teras rumahnya, kemudian dilakukan penggerebekan.

“Umar dipeluk oleh si NA dan anggota polisi baru asal Saseel karena membawa senjata tajam. Saat terjadi aksi pelukan ini katanya sih nembak-Nya ke bawah mental ke atas, lah kataku kok bisa mengenai punggungnya si NA,” tutur informan terpercaya.

Mungkin saking semangatnya saat melakukan penggrebekan, lanjut dia, jari manis tangan driver Speed Boat pun hancur tertembak juga.

“Ini yang saya sangat sayangkan kenapa bisa terjadi insiden seperti itu,” tandasnya.

Disisi lain, salah seorang masyarakat inisial A berujar bahwa luka tembak  terhadap salah satu anggota Polsek  Sapeken itu  cukup parah.

“Lukanya cukup parah, kan mengenai punggung,” ujarnya singkat.

Sementara, saat dikonfirmasi mengenai kebenaran ihwal dugaan peluru nyasar kepada juniornya, oknum anggota Polisi inisial JO belum menjawab konfirmasi media ini.

Begitu-pun dengan Humas Polres Sumenep AKP Widiarti belum jua membalas upaya konfirmasi hingga berita ini terbit untuk menjadi konsumsi publik.

Tinggalkan Balasan