DaerahPemerintah

Potensi Olahan Bawang Merah Sumenep, Mulai Merambah ke Kancah Eropa

×

Potensi Olahan Bawang Merah Sumenep, Mulai Merambah ke Kancah Eropa

Sebarkan artikel ini
IMG 20240406 153138
Caption foto : Caption foto : Bupati Sumenep tengah melaunching pelepasan ekspor produk bawang merah ke Belanda (kiri), Potensi bawang merah lokal khas Sumenep (kanan).

Sumenep, Detikzone.net- Sumenep memiliki potensi pertanian teramat besar. Kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura itu tiap tahunnya berhasil memproduksi ragam olahan pertanian. Seperti salah satunya adalah bawang merah di Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura.

Berkat intensitas pendampingan, bantuan, pelatihan yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), para petani bawang merah di Kecamatan Rubaru kini bisa merasakan manis dari usaha taninya.

Tak hanya mampu produksi besar-besaran, kepedulian pemerintah terhadap petani semakin sukar dipertanyakan, lantaran beberapa waktu lalu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sudah melakukan upaya dan percobaan agar produk turunan dari bawang merah varietas rubaru tembus ke kancah internasional.

Seperti diketahui, Kabupaten Sumenep kini memiliki dua perusahaan pengolah bawang merah varietas lokal. Terdapat di dua kecamatan yakni Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Pasongsongan.

Dua-duanya memiliki giat usaha pertanian yang masif untuk mengembangkan produk turunan dari bahan dasar bawang merah varietas lokal. Seperti diketahui, bawang merah unggul khas Sumenep memiliki citarasa yang unik, renyah, gurih, dan wangi sedap.

Cita rasa unik dan renyah yang dimiliki bawang merah khas Sumenep ini menjadi potensi pertanian luarbiasa yang disadari oleh pemerintah dan petani di daerah setempat.

Tak ayal jika banyak sekali produk-produk turunan bawang merah khas Sumenep itu seperti halnya bawang merah goreng, bawang merah khusus cemilan dan lain-lainnya.

Hingga saat ini, dengan produk turunan dari bawang merah varietas rubaru, pemerintah setempat telah menandatangani pendistribusian produk pertanian bawang merah selama lima tahun bernilai 400 ribu US dolar.

Badan Usaha Milik Petani (BUMP) menyepakati kerjasama tersebut dengan Ben Helen Trading Belanda yang ditandatangani untuk jangka waktu dari tahun 2023 hingga tahun 2028.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus berupaya menggandeng para petani bawang merah untuk melakukan dan mengupayakan ekspor produk pertanian unggul khas Sumenep ke negara-negara besar lainnya.

Tinggalkan Balasan