Berita

Sidang Perkara Pidana, Pengadilan Negeri Cikarang Tolak Wartawan  Liputan

×

Sidang Perkara Pidana, Pengadilan Negeri Cikarang Tolak Wartawan  Liputan

Sebarkan artikel ini
IMG 20240403 WA0006

Cikarang, Bekasi- Sidang perkara pidana pencurian Emas oleh inisial Y menginjak sidang ke empat, beberapa saksi sebelumnya sudah hadir dalam sidang untuk memberikan keterangannya, namun disidang kali ini saksi terkahir untuk memberikan keterangan, dengan tegas dan lugas Hakim Ketua kepada awak media untuk tidak meliputnya dengan alasan belum menerima surat untuk meliput dari humas.

Sidang sejenak belum dibukanya karena awak media masih berada didalam ruangan sidang dengan posisi kamera sudah siap meliput.

Cekcok terjadi antara awak media dengan Hakim Ketua, akhirnya awak media mengalah.

Beberapa kali Hakim Ketua mengusir kami selaku awak media, kejadian ini tepat di kantor Pengadilan Negri Kelas II Cikarang Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa 2/4 2024.

Hakim mengatakan, kalau awak media keberatan atas tindakannya.

“Slahkan buat pengaduan ke Dumas, karena kami tidak menerima surat dari Humas,” ucap Hakim Ketua.

“Kepada media mohon untuk tidak diliput sidang ini, karena kami tidak menerima surat liputan dari bagian Humas, untuk itu diharapkan keluar dulu dan konfirmasi ke Humas dan minta surat untuk meliput.ucap Hakim,” kata Hakim.

Sementara dari tim media Ikatan Wartawan Online Indonesia merasa sangat tidak dihargai profesinya oleh Hakim Ketua dalam sidang perkara pidana pasal 362 KUHP .

Padahal, Dari kemarin surat untuk liputan di Pengadilan Negeri Cikarang sudah dimasukan ke Humas.

“Kami dari tanggal 25 Maret sampai sekarang eksis liputan setiap hari, hanya sidang yang bapak Hakim Ketua pimpin kami tidak diperkenankan liputan, dua kali sidang saya dilarang masuk oleh bapak Hakim,” tegas Edy IWOI.

“Untuk apa kami dikasih kartu tanda liputan dari Pengadilan Negri Cikarang ini, kalau nyatanya kami tidak boleh meliput, dan kami setiap sidang yang lainnya tidak pernah mempertanyakan hal itu, hanya sidang yang bapak Hakim Ketua pimpin, kog saya dilarangnya.? tambah Edy.

“Kami Faham dan tahu prosedur untuk liputan persidangan, kurang elok seorang Hakim Ketua mempertanyakan kami mengenai surat liputan, sementara kami sudah diberi kartu tanda liputan dari Humas Pengadilan Negeri Cikarang ” artinya ” secara presedur sudah diperkenankan untuk meliput persidangan yang ada di Pengadilan Negeri Cikarang.” terang Edy

Ia mempertanyakan dasae tidak diperbolehkannya liputan.

“Kami tidak diperkenankan meliput, sampai kami di suruh keluar ruangan sidang dan tidak boleh meliput, sementara sidang ini terbuka untuk umum. Lebih parahnya lagi, Hakim Ketua sempat bilang ke koleganya coba periksa itu HP atau cameranya, sudah foto foto belum.” ucapnya meniru perkataan hakim.

Akhirnya dirinya pun keluar dari ruangan sidang, dan kami menunggu selesai sidang.

“Kami duga Hakim Ketua Alergi terhadap Wartawan. dalam kehadiran awak media diruangan sidangnya.

“Kalau saja semua Hakim seperti ini bagaimana kedepannya dunia hukum, mungkin hanya yang paham hal ini yang bisa menyayangkan tindakan Hakim Ketua yang kurang elegan dan menjatuhkan citra profesi jurnalistik,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan