Kesehatan

Pemotongan Jaspel Nakes Puskesmas Batulenger Viral, Dinkes Sampang Hanya Akan Lakukan Pembinaan 

×

Pemotongan Jaspel Nakes Puskesmas Batulenger Viral, Dinkes Sampang Hanya Akan Lakukan Pembinaan 

Sebarkan artikel ini
IMG 20240403 125151
Foto: Dinkes Sampang (kiri), Puskesmas Batulenger (kanan)

SAMPANG, Detikzone.net- Pasca viral terkait pemangkasan honor Jasa Pelayanan (Jaspel ) Tenaga Kesehatan (Nakes) hingga 50 persen  dan jatah makan pasien oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Batulenger, desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, dr. Nur Amalia Apri Kusdarwati, Kadinkes Sampang memastikan hanya akan dilakukan pembinaan. Rabu, 03/04/2024.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sampang dr. Abdullah Najich kala dikonfirmasi Detikzone.net.

“Akan kami lakukan kroscek terlebih dahulu dan akan kami lakukan pembinaan terkait hal tersebut,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sampang dr. Abdullah Najich.

“Untuk masalah pemberian makan pasien yang katanya disesuaikan kebijakan puskesmas juga akan kami lakukan pembinaan,” imbuh Kadinkes.

Kendati demikian, Kadinkes menekankan agar pemesanan makanan untuk Pasien di Puskesmas mestinya bekerjasama dengan warung warung terdekat.

“Puskesmas bisa  bekerja sama dengan warung terdekat namun melalui pengawasan ahli gizi Puskesmas,” tukasnya.

Diwartakan sebelumnya, Tak beres, Kepala Puskesmas (Kapus) Batulenger, desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, dr. Nur Amalia Apri Kusdarwati diduga pakai cara licik melakukan pemangkasan honor Jasa Pelayanan (Jaspel ) Tenaga Kesehatan (Nakes). Sabtu, 30/03/2024.

Tidak hanya itu, Kepala Puskesmas Batulenger juga diduga melakukan tidak pidana korupsi anggaran konsumsi pasien.

Salah seorang Nakes di Puskesmas Batulenger yang identitasnya minta tidak ditulis mengatakan, pemotongan honor Jaspel itu hingga 50 persen.

“Kapus Batulengar dr. Nur Amalia Apri Kusdarwati memotong Jaspel hingga 50 persen. Kami keberatan karena itu hak kami. Apalagi dipotong tanpa ada kordinasi terlebih dahulu,” katanya.

Narasumber menyebut, Puskesmas itu sudah dapat operasional sekitar 60 persen, sedangkan petugas tenaga kesehatan untuk jasa pelayanan mendapatkan 40 persen.

“Puskesmas itu sudah mendapatkan banyak dana. Ada dana penunjang, dana operasional dan itu dananya sudah ada semua. Bahkan gaji petugas penjaga rawat inap atau UGD 24 jam diputuskan oleh Kapus dipotong semua tanpa musyawarah,” sebutnya.

Mengenai dugaan Korup anggaran konsumsi pasien, narasaumber menjelaskan, biasanya pasian itu diberikan konsumsi makan dua kali sehari, yakni pagi dan sore.

“Di Puskesmas Batulenger hanya diberikan satu kali. Tidak seperti di Puskesmas lainya,” jelas narasumber. Sabtu, 30/03/2024.

Sementara itu, Kapus Batulenger, dr. Nur Amalia Apri Kusdarwati saat ditanya dugaan pemangkasan Jasa Pelayanan (Jaspel) tersebut mengelak bahkan balik bertanya.

“Pemotongan yang seperti apa yang dimaksud enggeh pak. Saya kurang begitu paham, karena saya tidak pernah merasa memotong hak staff kami,” tutur Kapus.

Disingung terkait konsumsi pasian yang diberikan hanya satu kali, Kapus dr. Nur Amalia Apri Kusdarwati berkata, menyesuaikan dengan anggaran.

“Kami tidak berkaca ke Puskesmas lainnya. Kami menyesuaikan dengan anggaran yang kami punya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan