Ekonomi

Wisata Kampung Coklat Blitar Gelar Pengajian Rutin dan Bagi THR

×

Wisata Kampung Coklat Blitar Gelar Pengajian Rutin dan Bagi THR

Sebarkan artikel ini
20240330 153417 0000

Blitar, Detikzone.net – Pengajian rutin di Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar yang diadakan setiap Sabtu pagi.

Pengajian kali ini terasa spesial karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan dan di ikuti 15 ribu jama’ah dari Kabupaten Blitar dan luar Kabupaten Blitar.

Tentu menjadi momen yang istimewa untuk meningkatkan keimanan dan mendapatkan ilmu keagamaan bagi siapa pun yang hadir di Kampung Coklat,Sabtu ( 30/3/2024).

Acara pengajian ini mengundang Kyai Dawam Kademangan, tentunya menjadi ajang yang sangat berarti untuk belajar dan berinteraksi dengan sesama dan seiman.

20240330 153350 0000

Ada sekitar 15 ribu jamaah dari Kabupaten Blitar dan sekitarnya yang mendapatkan THR dari Kholid Mustofa, baik orang dewasa maupun anak-anak semua dapat.

Owner Wisata Edukasi Kampung Coklat Kabupaten Blitar Kholid Mustofa disela-sela acara mengatakan, hari yang ke 20 di bulan suci Ramadhan ini, seperti biasa jamaah pengajian Sabtu pagi, setiap setahun sekali ini pihaknya selalu membagikan sodagoh kepada semua jamaah yang hadir.

“Alhamdulillah pada hari ini yang datang sangat banyak sekali sekitar 15 ribu jamaah dan semua kita bagikan baik anak-anak atau ibu-ibu, kegiatan ini kita lakukan rutin setiap tahun dan sudah berjalan selama 12 tahun,” ucap Kholid Mustofa.

Kholid Mustofa, menjelaskan
Jamaah yang datang ini bukan saja dari Blitar Raya, ada juga dari Tulungagung dan sebagian dari Malang.

“Tujuan kita berbagi sodagoh kepada para jamaah ini adalah sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT bahwa Kampung Coklat ini setiap tahun mudah-mudahan bisa bertambah maju, berkembang dan dengan berbagi kepada para jamaah agar mereka bisa berbahagia pada Bulan Suci Ramadhan ini,” ujar Kholid Mustofa.

“Saat ini banyak fenomena aneh yang terjadi. Begitu banyak umat muslim yang berpuasa namun sangat disayangkan, banyak dari mereka itu yang tidak mengerjakan Sholat. Padahal sholat adalah tiang agama, ketika sholat didirikan, itu berarti kita menegakkan agama Allah. Anehnya, sholat tidak dikerjakan, tapi puasa dikerjakan. Sangat memiriskan hati. Mestinya kita semua sadar, bahwa yang paling utama adalah sholat, baru kemudian mengerjakan amalan lainnya,” papar Kyai Dawam.

“Kegiatan pengajian di bulan ramadhan yang kita lakukan ini adalah sebagai salah satu cara untuk memaknai ramadhan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang Insyaallah akan menambah pahala kita semua yang hadir di majelis pengajian ini,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan