EkonomiPemerintah

Jangan Malas, Belajarlah dari Kaum Disabilitas Sumenep Bangun Usaha Bermodal Rp 16 Ribu

×

Jangan Malas, Belajarlah dari Kaum Disabilitas Sumenep Bangun Usaha Bermodal Rp 16 Ribu

Sebarkan artikel ini
IMG 20240320 123633
Foto: Sundi tampak lelah dan rebahan di depan Warkop-nya.

Sumenep, Detikzone.net- Kendati punya keterbatasan fisik dan intelektual, tidak membuat kaum Disabilitas asal Kecamatan Bluto bernama Sundi (43) menjadi seorang pemalas.

Ia percaya dibalik kekurangan ada kelebihan yang Allah SWT ciptakan.

Sundi (43) mengaku tidak ingin menjadi pengemis lantaran malu. Baginya, lebih mulia bekerja seadanya walaupun hanya berjualan kopi di trotoar depan kantor Dinas PUTR Sumenep, Jl. Labeng Mesem Keraton Sumenep.

Duda kreatif ini pun mengaku sudah 4 tahun menggeluti pekerjaan sebagai penjual Kopi karena mendapat dukungan dari Dinas UKM dan Perindag Sumenep usai mengikuti pelatihan Wirausaha Muda yang digagas Dinas terkait selama 25 hari.

Sundi merintis Warkop Raja Kopi sejak tahun 2020 setelah ia terdaftar sebagai anggota Wirausaha Anak Muda binaan Dinas terkait.

“Modal awal saya membuka Warkop Raja Kopi ini hanya Rp 16 ribu karena memang tidak punya uang,” ujar Sundi.

“Beli kopi Rp 10 ribu beli gula Rp 6 ribu. Jika sudah mau habis, saya beli lagi hasil orang membayar. Etalase untuk jualan-pun saya dikasih pinjam,” imbuh Sundi. Selasa, 18/03/2024, malam.

Namun seiring berjalannya waktu, dagangannya semakin bertambah. Sundi- pun mensyukurinya.

“Alhamdulillah dagangan saya semakin bertambah. Untuk omset perharinya itu,
paling sepinya dapat Rp 150 ribu. Tapi kalau ada acara Pemkab kadang omsetnya mencapai Rp 1 juta,” tuturnya.

Kendati demikian, fulus hasil menabung bahkan 3 cincin emas yang dibelinya seringkali ditipu orang.

“Sering sekali saya ditipu orang. Bahkan 3 cincin emas hasil Warkop ditipu orang. Janjinya hanya 3 hari namun hingga setahun lamanya tidak pernah dikembalikan,” ungkapnya sedih.

Ia mengaku ikhlas apapun yang terjadi.

“Jika semua yang terjadi sudah menjadi ujian. Saya ikhlas mas,” tandas Sundi.

Kesabaran dan ketangguhan kaum disabilitas seperti Sundi menjadi cambuk bagi kita semua agar jangan pernah menjadi seorang pemalas selagi diberikan kesehatan lahir dan batin.

Sekedar diketahui bahwa Pemkab Sumenep dibawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo terus menunjukkan kepeduliannya terhadap wong cilik.

Salah satu bukti nyata kepedulian tersebut ditunjukkan Bupati yakni merelokasi puluhan PKL ke Taman Jajanan Masyarakat ( Tajamara).

Tidak hanya itu, PKL di Jl. Diponegoro pun ditata rapi serta diberikan kesempatan untuk terus berjualan. Hal itu dilakukan agar geliat perekonomian bangkit.

Bahkan, saat bulan suci ramadhan, Pemkab memfasilitasi para pelaku UMKM Sumenep untuk berjualan di sejumlah tempat, termasuk di areal Taman Adipura Sumenep.

Tinggalkan Balasan