HukrimPolitik

Diduga Kuat Otaki Kecurangan Brutal Suara Pemilu, 4 PPK di Sumenep Dilaporkan

×

Diduga Kuat Otaki Kecurangan Brutal Suara Pemilu, 4 PPK di Sumenep Dilaporkan

Sebarkan artikel ini
20240313 161431 0000
Foto: Kuasa Timses Caleg DPR RI, Rahman, S.H., M.H saat mendampingi timses Calon anggota DPR RI Abu Hasan di ruangan Bawaslu Kabupaten Sumenep (Detikzone.net)

Sumenep, Detikzone.net- Drama  kecurangan brutal seputar pemilu 2024 yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum penyelenggara di Kepulauan Sumenep terus menjadi kemelut.

Bagaimana tidak, walaupun rapat Pleno Rekapitulasi hasil perolehan suara tingkat Kabupaten sudah tuntas, namun kasus  kecurangan brutal yang terindikasi kuat diotaki oleh para oknum PPK kini temui babak baru.

Sebanyak 4 PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di Kepulauan yakni PPK Arjasa, Kangean dan PPK Sapeken dilaporkan tindak pidana pemilu oleh timses Abu Hasan, Caleg DPR RI ke Bawaslu Kabupaten Sumenep pada hari Rabu, 13 Maret 2024.

Bahkan Ketua PPK Arjasa yang telah menjadi otak terbukanya 11 segel kotak suara yang dilakukan layaknya maling dengan mengelabuhi aparat keamanan di GOR Arjasa juga menjadi masalah dan  menjadi materi pelaporan.

Kepada pewarta, Kuasa Timses Caleg DPR RI, Rahman, S.H., M.H mengatakan, PPK Masalembu, PPK Arjasa, PPK Kangayan dan PPK Sapeken telah melakukan tindak pidana pemilu lantaran melakukan penghitungan hasil coblosan pemilih untuk DPR RI dan DPRD Provinsi oleh 4 PPK.

“Di 4 Kecamatan tersebut 4 PPK tidak melakukan penghitungan  hasil yang dicoblos pemilih untuk DPR RI dan DPRD Provinsi. Karena tak dihitung, suara Caleg itu fiktif,” ujar Rahman, S.H., M.H.

Akibat tindakan 4 PPK itu, Rahman menyebut, banyak suara Caleg RI Abu Hasan dan Caleg Provinsi yang hilang saat rekapitulasi KPU Kabupaten Sumenep.

“Saat Rekapitulasi KPU Kabupaten Sumenep, suara Abu Hasan yang semula  15 ribu di Kecamatan Arjasa hanya tersisa 7,5 ribu suara. Di Kangayan sekitar 3 ribuan suara tersisa 2.300. Untuk Sapeken dari 4 ribu suara tersisa 1.300 suara,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Rahman menyimpulkan, suara Abu Hasan di sejumlah TPS di Kecamatan Masalembu  mendekati seribu suara, namun pada saat rekapitulasi KPU Kabupaten, suara kliennya itu menurut  drastis menjadi 17 suara.

“Kami lampirkan C1 Plano di beberapa TPS di Kecamatan Masalembu. Suara Abu Hasan per TPS variatif. Ada yang dapat 43 suara dan 7 suara. Tapi di Rekap KPU Kabupaten suara di TPS hilang karena tak dihitung di PPK Masalembu,”  beber Rahman.

Kuasa Timses Caleg DPR RI Abu Hasan tersebut  juga melaporkan tindakan pidana pemilu yang dilakukan PPS Angkatan, Kecamatan Arjasa.

“Pengrusakan kotak suara di gudang penyimpanan atas perintah Ketua PPK Arjasa, Amin Wazan. Itupun ada pengakuan dari saksi kunci,” ucapnya.

Rahman mendesak Bawaslu segera  menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberi rekomendasi agar dilakukan penghitungan ulang di 4 PPK tersebut.

“Karena banyak Caleg yang dirugikan. Saya minta Bawaslu memberi rekomendasi pidana pemilu dan penghitungan ulang. Hitung ulang untuk DPRD Provinsi dan DPR RI di 4 Kecamatan dimaksud, yaitu: Masalembu, Arjasa, Kangayan dan Sapeken,” tandas Rahman.

Sementara itu, pihak Bawaslu, Habibi berjanji akan menindaklanjuti laporan dari Kuasa Timses Caleg DPR RI Abu Hasan tersebut dalam rentang waktu 7 hingga 14 hari.

“Jika 7 hari tidak cukup waktu, maka akan ditambah 7 hari lagi. Jadi 14 hari,” pungkas Habibi.

Tinggalkan Balasan