PeristiwaPolitik

Kacau Balau, Konser DJ di Sumenep Bebas Digelar Menjelang Bulan Puasa 

×

Kacau Balau, Konser DJ di Sumenep Bebas Digelar Menjelang Bulan Puasa 

Sebarkan artikel ini
20240309 004249 0000
Foto: Konser DJ menjelang Bulan Puasa

Sumenep, Detikzone.net- Belum tuntasnya masalah dan kekacauan sejumlah suara Caleg DPRD Sumenep dan suara Caleg DPR RI yang diduga banyak terjadi pengelembungan bahkan suara siluman, Konser musik DJ justru dibiarkan bebas digelar menjelang bulan puasa (Ramadhan) di Gedung Adi Poday, Jl. Trunojoyo, Kecamatan Kota Sumenep.

Konser musik DJ yang mengundang Youtuber sensasional Boger dengan ciri khas joget meliuk- liuk tersebut dihadiri ribuan kaula muda, laki laki dan perempuan.

Acara yang diadakan ditengah duka demokrasi dan polemik sejumlah pengelembungan suara Caleg tersebut  berlangsung spektakuler.

Belum diketahui secara pasti, siapa yang memotori acara konser tersebut.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti  dikonfimasi mengenai adanya konser musik DJ menjelang bulan suci ramadhan  tersebut belum bisa membalas lantaran chating  yang dikirim hanya centang satu.

Begitupun dengan Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M belum bisa memberikan klarifikasi adanya konser DJ yang menjadi buah bibir masyarakat Kota Keris tersebut walaupun sudah dikonfirmasi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sumenep Ach. Laili Maulidy saat ditanya apakah ada sinergi dan koordinasi untuk pengamanan  konser DJ jelang Ramadhan, pihaknya menegaskan bahwa untuk ijin kegiatan Konser DJ ke Polres.

“Ijinnya ke Polres. InsyaAllah tidak ada anggota Satpol-PP,” tegasnya.

Diketahui, Tiket konser  DJ menjelang Ramadhan atau bulan puasa tersebut bervariasi, yakni  Rp 50 Ribu untuk VIP dan Rp 35 Ribu untuk yang biasa.

“Adanya konser DJ  menjadi buah bibir masyarakat Sumenep karena sama sekali tidak mencerdaskan dan mendidik. Apalagi sebentar lagi kita semua menyambut bulan suci umat muslim yakni Ramadhan,” ujar salah satu tokoh masyarakat kota Keris, H. Syafi’e.

“Teman- teman saya yang satu alumni kebanyakan heran atas bebasnya model acara begituan di Sumenep akhir akhir  ini,” tandas H. Syafi’e.

Bahkan mengenai hal itu, Aktivis muda Sumenep Ahmad Amien Rifa’e juga tak kalah menyorot.

“Seharusnya menggelar acara atau kegiatan yang mendidik yang lebih edukatif terhadap kemajuan daerah bukan acara DJ seperti ini,” ungkap Amien .

Ia pun mengaku kecewa lantaran konser yang tidak mendidik tersebut mendapat ijin untuk digelar.

“Yang jelas, saya sangat kecewa kenapa konser konser yang seperti ini tetap diselenggarakan di Kabupaten Sumenep. Itu asli DJ. Itu tidak ada bedanya dengan dugem dugem yang ada di luar kota itu. Justru ini yang lebih bahaya karena terbuka untuk umum,” ucap Amien.

“Seharusnya tidak mendapat ijin karena tidak mendidik dan cenderung memberikan ruang dan kesempatan bagi generasi muda untuk melakukan tindakan kriminal, Seperi mabuk- mabukan, narkoba dan lain lain,” tukas Amien.

Tinggalkan Balasan