HukrimPeristiwa

Jelang Ramadhan, Konser DJ Terbuka Coreng Kota Santri Sumenep, Laki-laki- Perempuan Joget Asik

×

Jelang Ramadhan, Konser DJ Terbuka Coreng Kota Santri Sumenep, Laki-laki- Perempuan Joget Asik

Sebarkan artikel ini
20240309 091040 0000
Foto: Walaupun gerimis, laki laki dan perempuan tampak asik berjoget saat menghadiri konser musik DJ terbuka di gedung Adi Poday Sumenep

Sumenep, Detikzone.net-  Jelang bulan suci Ramadhan, Konser DJ terbuka yang berlangsung  di gedung Adi Poday mencoreng Marwah Kota Santri Sumenep.

Bagaimana tidak, Kabupaten yang sejak dahulu kental dengan budaya keislaman justru berbanding terbalik dengan adanya fakta mencengangkan adanya konser musik DJ terbuka untuk umum yang cenderung mengundang kebudayaan barat. Sabtu, 09/03/2024.

Acara yang disesaki ribuan laki laki dan perempuan joget bersama pada Jumat, 08/03 malam tersebut sukses digelar tanpa rintangan dan hambatan apapun.

Masyarakat beranggapan, berlangsungnya acara tersebut diduga adanya konspirasi antara kepolisian dengan pihak panitia kegiatan, sehingga ijin pelaksanan kegiatan konser DJ yang terbuka untuk umum tersebut berjalan mulus.

Bahkan salah satu EO di Sumenep justru terkesan menantang Polres agar tidak menerbitkan ijin.

“Langsung bikin surat keberatan ke Kapolres soro jangan terbitkan ijin biar tidak hanya rame di media,” kata SG kepada pewarta.

20240309 004249 0000
Foto: Konser DJ menjelang Bulan Puasa

Sementara, hingga pagi ini, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti masih  bungkam saat dikonfirmasi mengenai ijin  adanya konser musik DJ menjelang bulan suci ramadhan  tersebut.

Begitupun dengan Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M yang  belum bisa memberikan klarifikasi adanya konser DJ yang menjadi buah bibir masyarakat Kota Keris.

“Konser kemenangan siapa itu kak. Kok konser DJ seperti itu. Sumenep ini aneh konser Seperi itu mendapatkan ijin,” ujar warga Perum Bumi Sumekar, Farid.

Ia pun menduga adanya konspirasi mengenai ijin konser DJ.

“Saya menduga ada konspirasi dan setoran  kepada oknum yang hanya memperhatikan isi perut tanpa memperhatikan moral generasi muda dan masa depannya,” pungkas Farid.

Diketahui, Tiket konser  DJ menjelang Ramadhan atau bulan puasa tersebut bervariasi, yakni  Rp 50 Ribu untuk VIP dan Rp 35 Ribu untuk yang biasa.

“Adanya konser DJ  menjadi buah bibir masyarakat Sumenep karena sama sekali tidak mencerdaskan dan mendidik. Apalagi sebentar lagi kita semua menyambut bulan suci umat muslim yakni Ramadhan,” ujar salah satu tokoh masyarakat kota Keris, H. Syafi’e.

“Teman- teman saya yang satu alumni kebanyakan heran atas bebasnya model acara begituan di Sumenep akhir akhir  ini,” tandas H. Syafi’e.

Bahkan mengenai hal itu, Aktivis muda Sumenep Ahmad Amien Rifa’e juga tak kalah menyorot.

“Seharusnya menggelar acara atau kegiatan yang mendidik yang lebih edukatif terhadap kemajuan daerah bukan acara DJ seperti ini,” ungkap Amien .

Ia pun mengaku kecewa lantaran konser yang tidak mendidik tersebut mendapat ijin untuk digelar.

“Yang jelas, saya sangat kecewa kenapa konser konser yang seperti ini tetap diselenggarakan di Kabupaten Sumenep. Itu asli DJ. Itu tidak ada bedanya dengan dugem dugem yang ada di luar kota itu. Justru ini yang lebih bahaya karena terbuka untuk umum,” ucap Amien.

“Seharusnya tidak mendapat ijin karena tidak mendidik dan cenderung memberikan ruang dan kesempatan bagi generasi muda untuk melakukan tindakan kriminal, Seperi mabuk- mabukan, narkoba dan lain lain,” tukas Amien.



Diwartakan sebelumnya- Belum tuntasnya masalah dan kekacauan sejumlah suara Caleg DPRD Sumenep dan suara Caleg DPR RI yang diduga banyak terjadi pengelembungan bahkan suara siluman, Konser musik DJ justru dibiarkan bebas digelar menjelang bulan puasa (Ramadhan) di Gedung Adi Poday, Jl. Trunojoyo, Kecamatan Kota Sumenep.

Konser musik DJ yang mengundang Youtuber sensasional Boger dengan ciri khas joget meliuk- liuk tersebut dihadiri ribuan kaula muda, laki laki dan perempuan.

Acara yang diadakan ditengah duka demokrasi dan polemik sejumlah pengelembungan suara Caleg tersebut  berlangsung spektakuler.

Belum diketahui secara pasti, siapa yang memotori acara konser tersebut.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti  dikonfimasi mengenai adanya konser musik DJ menjelang bulan suci ramadhan  tersebut belum bisa membalas lantaran chating  yang dikirim hanya centang satu.

Begitupun dengan Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M belum bisa memberikan klarifikasi adanya konser DJ yang menjadi buah bibir masyarakat Kota Keris tersebut walaupun sudah dikonfirmasi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sumenep Ach. Laili Maulidy saat ditanya apakah ada sinergi dan koordinasi untuk pengamanan  konser DJ jelang Ramadhan, pihaknya menegaskan bahwa untuk ijin kegiatan Konser DJ ke Polres.

“Ijinnya ke Polres. InsyaAllah tidak ada anggota Satpol-PP,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan