Peristiwa

Ditengah Hingar-bingar Polemik Suara Caleg, Konser Musik DJ Sebelum Ramadhan Menggema di Sumenep 

×

Ditengah Hingar-bingar Polemik Suara Caleg, Konser Musik DJ Sebelum Ramadhan Menggema di Sumenep 

Sebarkan artikel ini
20240308 230512 0000
Foto: Konser Musik DJ menjelang bulan suci Ramadhan digelar di kota Keris Sumenep.

Sumenep, Detikzone.net- Ditengah hingar bingar dugaan pengelembungan suara Caleg DPRD yang berpolemik dan membuat luka demokrasi, Konser musik DJ malah menggema di Kota Keris. Jumat, 08/03/2024.

Celakanya, acara yang terkesan tak mendidik generasi muda sebelum bulan ramadhan tersebut digelar di gedung Adi Poday Sumenep.

Konser musik DJ yang mengundang Youtuber sensasional Boger dengan ciri khas joget meliuk- liuk  disesaki anak -anak muda Sumenep dan berlangsung meriah serta spektakuler.

Belum diketahui secara pasti, siapa yang memotori acara konser tersebut.

Deni (18) warga Bangselok sekaligus penonton musik DJ mengatakan, tiket konser DJ bervariasi.

“Kalau VIP Rp 50 ribu. Kalau yang biasa
Rp 35 ribu,” kata Deni.

Adanya konser DJ ditengah gaduhnya suara pemilu dan menjelang bulan suci ramadhan tersebut, tokoh masyarakat Kota Keris memberikan kritik.

“Adanya konser DJ  menjadi buah bibir masyarakat Sumenep karena sama sekali tidak mencerdaskan dan mendidik. Apalagi sebentar lagi kita semua menyambut bulan suci umat muslim yakni Ramadhan,” ujar salah satu tokoh masyarakat kota Keris, H. Syafi’e.

“Teman teman saya yang satu alumni kebanyakan heran atas bebasnya model acara begituan di Sumenep akhir akhir  ini,” tutupnya.

Bahkan mengenai hal itu, Aktivis muda Sumenep Ahmad Amien Rifa’e juga tak kalah menyorot.

“Seharusnya menggelar acara atau kegiatan yang mendidik yang lebih edukatif terhadap kemajuan daerah bukan acara DJ seperti ini,” ungkap Amien .

Ia pun mengaku kecewa lantaran konser yang tidak mendidik tersebut mendapat ijin untuk digelar.

“Yang jelas, saya sangat kecewa kenapa konser konser yang seperti ini tetap diselenggarakan di Kabupaten Sumenep. Itu asli DJ. Itu tidak ada bedanya dengan dugem dugem yang ada di luar kota itu. Justru ini yang lebih bahaya karena terbuka untuk umum,” tukas Amien.

“Seharusnya tidak mendapat ijin karena tidak mendidik dan cenderung memberikan ruang dan kesempatan bagi generasi muda untuk melakukan tindakan kriminal, Seperi mabuk- mabukan, narkoba dan lain lain,” tandasnya.

Sementara, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti  dikonfimasi mengenai adanya konser musik DJ sebelum bulan suci tersebut belum bisa membalas lantaran chating  yang dikirim hanya centang satu.

Begitupun dengan Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M belum bisa memberikan klarifikasi adanya konser DJ yang menjadi buah bibir masyarakat Kota Keris tersebut walaupun sudah dikonfirmasi media ini.

Tinggalkan Balasan