HukrimPolitik

Ancam Bunuh Anggota PPK,  Kurniadi Sebut Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Tak Punya Modal Moral 

×

Ancam Bunuh Anggota PPK,  Kurniadi Sebut Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Tak Punya Modal Moral 

Sebarkan artikel ini
20240306 234019 0000
Foto: Anggota DPR RI Slamet Ariyadi (kiri), Kurniadi, S.H (Kanan)

Sumenep, Detikzone.net- Kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap anggota PPK yang dilakukan oleh anggota DPR RI sekaligus Calon DPR-RI 2024-2029 dari partai PAN, Slamet Ariyadi di kantor Kecamatan Lenteng saat rekapitulasi suara Pemilu terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Termasuk pengacara gaek Kurniadi, S.H yang menyebut Slamet Ariyadi miskin dan tidak punya modal moral. Rabu, 06/03/2024.

“Figur seperti ini membuktikan dirinya miskin. Miskin karena tidak cukup punya modal moral, dan miskin karena tak mampu mengelola organisasi preman untuk menggertak orang,” kata Kurniadi saat dimintai tanggapan.

Bahkan pria yang dijuluki Raja Hantu asal Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep itu beranggapan bahwa sosok Slamet Ariyadi yang menjabat sebagai anggota DPR RI saat nekat mengancam penyelenggara Pemilu yakni PPK Lenteng  tidak memenuhi kualifikasi sebagai anggota dewan.

“Sikap menggertak seperti itu membuktikan kalau yang bersangkutan tersebut  tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi anggota dewan yang terhormat,” ungkap Kurniadi, S.H.

Ia pun menyakini, Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Slamet Ariyadi tidak akan menjadi orang besar.

“Bagaimana bisa menjadi tokoh besar jika sikap dan prilakunya sebagai anggota dewan layaknya preman,” pungkasnya.



Diwartakan sebelumnya, Kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap anggota PPK Lenteng yang dilontarkan oleh anggota DPR RI sekaligus Calon DPR-RI 2024-2029 terkait dugaan kecurangan pengelembungan surat suara saat rekapitulasi di pendopo Kecamatan terus menuai kecaman. Rabu, 06/03/2024.

Bagaimana tidak, wakil rakyat yang seharusnya memberikan keteladanan akhlak justru bersikap berbanding terbalik di depan khalayak.

Berdasarkan video viral yang telah menyebar luas di group WhatsApp, Slamet Ariyadi , Slamet geram atas dugaan kecurangan suara pemilu di Kecamatan Lenteng.

“Mon tak mateh je’ nyala’agi Slamet Cong ye mon alako nga’rea. Je’ alapola. Padahal itu sudah di Dok. Sudah diputuskan sekian kok main, ini pidana sudah, ini pidana. Mana otaknya sampean sebagai PPK yang digaji oleh negara juga,” kata Slamet Ariyadi saat marah-marah di pendopo kantor Kecamatan.

Peristiwa tak biasa dan memalukan yang terjadi di Pendopo Kecamatan Lenteng tersebut viral hingga mendapat kritik dan disebut sebagai cara cara preman.

“Kita itu hidup di era globalisasi yang berbasis hukum dan semua pelanggaran pasti ada konsekwensi hukumnya. Saya rasa seorang anggota DPR RI sudah paham aturan, siapa yang salah ya harusnya diproses hukum bukan malah menggeruduk melakukan pengancaman seperti preman. Masak iya seorang anggota DPR RI sikapnya demikian, apa tidak malu,” kata praktisi hukum A. Effendi, S.H

Mestinya, terang pendiri lembaga Lidik Hukum dan Ham ini, seorang anggota DPR RI memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Sikap arogansi begitu sangat tidak pantaslah dicontoh, apalagi sampai melakukan pengancaman di muka umum. Ini adalah contoh perilaku yang tidak baik dan sangat resiko jika korban mengambil sikap secara hukum,” tandas A. Effendi S.H.

Hingga beberapa hari, Ketua PPK Lenteng, Kabupaten Sumenep, yang beberapa bulan lalu pernah berurusan dengan Satreskoba Polres Sumenep, Affandi masih terkesan bungkam kala dikonfirmasi.

Sementara, media ini belum memiliki akses komunikasi dengan anggota DPR RI Slamet Ariyadi. Kendati demikian, saat dikonfirmasi kronologis terjadinya kericuhan hingga ancaman pembunuhan terhadap anggota PPK , staf Slamet Ariyadi inisial HB tak membalas.

Disisi lain, pengacara kondang, Achmad. Supyadi memberikan support dan dukungan terkait masifnya dugaan kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah oknum PPK.

“Banyaknya polemik karena terlalu banyak oknum PPK yang ugal-ugalan,” ucapnya singkat.

Tinggalkan Balasan