HukrimPolitik

Ribut ribut di Hotel Diduga Karena Suara Caleg Nasdem Dapil 7, Ada yang Ngaku Orangnya Bupati Sampang

×

Ribut ribut di Hotel Diduga Karena Suara Caleg Nasdem Dapil 7, Ada yang Ngaku Orangnya Bupati Sampang

Sebarkan artikel ini
20240305 162305 0000
Foto: Ribut ribut di Hotel Wijaya 2 (dok: Detikzone.net)

Sumenep, Detikzone.net- Ada ribut- ribut di Hotel Wijaya 2, Kabupaten Sumenep , Madura, Jawa Timur. Selasa, 05/03/2024.

Investigasi wartawan, keributan ditengarai adanya dugaan penyekatan anggota PPK Nunggunong terkait suara pemilu 2024.

Di lokasi, anggota kepolisian yang datang usai menerima informasi dari masyarakat langsung tancap gas menanyakan apa yang terjadi.

Lantas, seorang pria berkopiah hitam yang mengaku tim salah satu Caleg Daerah Pemilihan (Dapil) 7 mengatakan bahwa ada seseorang yang mengaku polisi.

Kaget mendengar hal itu, anggota Polres Sumenep lantas menanyakan anggota Polres mana.

Saat percekcokan, tidak ada yang mengaku dari kepolisian tapi ada yang mengaku dari Kodim Sumenep.

Hingga kemudian, Dedi asal Aceh yang mengaku orangnya Bupati Sampang Slamet Junaidi menghubungi Kabag Ops Polres Sumenep.

“Saya mendapat informasi dari masyarakat bahwa disini ada keributan. Makanya saya kesini,” kata IN salah satu anggota Polres Sumenep.

Demi menguak fakta, salah seorang tim sukses salah satu Caleg Nasdem Dapil 7 mengatakan bahwa ribut- ribut  terjadi lantaran adanya dugaan pengamanan anggota PPK Nunggunong.

“2 anggota PPK Nunggungong tadinya ada disini, namun sekarang gak tahu kemana dan dibawa siapa,” kata saksi mata.

“PPK sambil nangis nangis. Padahal kita unggul bang. Kenapa ada upaya merugikan kita,” tandas JM.

Menurut N, Narasumber lain di TKP, Caleg Nasdem nomor urut 02 Dapil 7 unggul dari Caleg Nasdem nomor urut 01, Pausi.

“D hasil di Kecamatan Nonggunong suara Pausi hanya 13. Tapi pada saat dibaca pas pleno 379 suara. Kan aneh bang,” tukas N.

Dia mengungkapkan, sesuai D hasil, Juhairi unggul 326 dari Pauzi.

“Kenapa PPK tadi dibawa orang tidak dikenal dan tiba-tiba ada orang Nasdem,” sebutnya.

Bahkan dirinya menyebut, persaingan internal Nasdem sudah tidak sehat.

“Sudah tidak sehat kalau seperti ini,” ungkapnya.

“Contohnya saja, H. Beni yg awalnya menang 700 dari pesaingnya bisa berbalik. Punya pesaingnya dari 5300 sekian menjadi 8600 sekian,” tandasnya.

Hingga berita ini terbit, 2 anggota PPK yang diduga dibawa orang tak dikenal bum bisa dimintai keterangan lantaran nomor yang dihubungi sedang dialihkan.

Tinggalkan Balasan