Ekonomi

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Pamekasan Meroket

×

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Pamekasan Meroket

Sebarkan artikel ini
IMG 20240302 WA0142 scaled

Pamekasan, Detikzone.net-
Meroketnya harga bahan pokok menjelang Ramadhan 1445 H menjadi keluhan besar bagi warga serta para pedagang kaki lima di Pamekasan.

Hal itu dikatakan oleh seorang pria asal Desa Panglegur yang kesehariannya berdagang gado-gado.

Ia mengatakan, jelang bulan Puasa terasa sekali kelonjakan harga sembako maupun harga palawija.

“Meroketnya harga bahan pokok membuat saya sebagai pedagang gado-gado jelas mengeluh, pasalnya saat ini dagangan sepi,” ujar Hudi. Sabtu (2/3/2024).

“Tak hanya beras yang alami kenaikan, palawija-pun turut naik dampak dari kenaikan sembako beras, semisalnya
harga cabai merah besar, cabai merah besar kering dan tomat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, harga beras dan harga telur juga naik.

“Ini membuat saya menjadi bingung jika terus melejit, pasalnya dagangan saya sepi,” ungkapnya.

Sementara, Ibu Azizah ditemui di Kios miliknya di  pasar tradisional Kolpajung
menjelaskan bahwa untuk harga cabai rawit harganya tidak stabil,.

“Kadang naik kadang juga turun harganya, itupun tidak bisa dipastikan akan naik turunnya harganya,” terangnya.

Lanjutnya, saat ini harga cabai yang sebelumnya seharga Rp 50 ribu kini turun menjadi Rp 40 ribu, itu-pun turunnya tidak bertahan lama.

“Kemudian mengalami kenaikan harga Rp 100 ribu dan saat ini turun lagi seharga Rp 80 ribu,” sebut Azizah pada media.

Azizah menambahkan, untuk harga cabai merah besar yang semula harga jual per kilonya masih Rp 50 ribu sekarang melejit ke harga Rp 100 ribu, tomat yang semula 10 ribu per kilonya sekarang menjadi Rp 24 ribu.

“Dan harga Rp 140 ribu untuk harga jual cabai merah kering. Bawang merah sebelum nya Rp 24 ribu hingga Rp 28 ribu kini naik Rp 32 ribu dan Bawang Putih awalnya masih Rp 30 ribu -Rp 32 ribu sekarang Rp 36 ribu,” tuturnya.

Kendati harga menaik, ia bersyukur peminat pembeli masih banyak berbelanja ke kiosnya.

“Soal konsumen yang berbelanja di saya masih banyak meminati pada cabai merah besar kering, karena kalau yang kering dalam timbangannya isinya lebih banyak dibandingkan dengan cabai merah segar/basah,” ucapnya.

Dijelaskan, kenaikan harga ini sekitar hampir sudah dua bulanan dan dipresentasikan akan mengalami kenaikan harga hingga menjelang hari Raya, terangnya.

Kemungkinan, setelah hari Raya, menurut Azizah, semua harga mengalami penurunan.

“Harga kentang sebelumya 1 kilonya Rp 10 sampai 12 ribu sekarang mengalami kenaikan harga Rp 20 ribu yang jelas di bulan puasa semua barang akan alami kenaikan,” tukasmya.

“Di kios saya, tidak pernah kehabisan stok, karena setiap harinya datang terus. Banyak dari para konsumen yang komplain, meskipun mereka komplain mereka tetaplah membelinya karena menjadi kebutuhan sehari-hari walaupun harga mahal,” jelasnya.

“Semoga cepat turun harga sembako khusus pada palawija yang menjadi kebutuhan sehari-hari agar konsumen saya tidak banyak komplain dan semakin banyak pembelinya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan