Politik

Pola Licik Terbukanya Segel Kotak Suara Disorot, Ketua PPK Arjasa Sebut Murni Tuntutan dari Bawah

×

Pola Licik Terbukanya Segel Kotak Suara Disorot, Ketua PPK Arjasa Sebut Murni Tuntutan dari Bawah

Sebarkan artikel ini
20240220 034041 0000
Foto: Kegiatan pengecekan kotak suara di GOR Arjasa yang melibatkan sejumlah pihak .

Sumenep, Detikzone.net- Setelah beberapa hari yang lalu, pola licik dugaan kecurangan pemilu tersorot lantaran dibukanya segel 9 kotak suara yang disinyalir dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan ( PPK ) Arjasa tanpa rekomendasi bahkan tanpa adanya saksi maupun petugas, PPK mendadak menggelar rapat pada Senin sore, 19/02, kemudian berlanjut melakukan pengecekan kotak suara yang disimpan di Gedung Olahraga (GOR) Arjasa dengan melibatkan seluruh pihak. Selasa, 20/02/2024.

Hal itu dilakukan setelah ada lampu hijau dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep.

“Jadi, kami sudah dapat rekomendasi dari Bawaslu ke KPU. Kemudian, dari KPU sudah menindaklanjuti rekomendasi itu ke kami. Kami melakukan sesuai dengan isi surat itu,” kata ketua PPK, Amin Wazan kepada kuli tinta.

Disinggung terkait dugaan adanya pembukaan segel 9 kotak suara tanpa adanya saksi dan petugas, Amin Wazan kebingungan seraya bicara dengan koleganya yang menghampiri kemudian menyebut bahwa murni tuntutan dari bawah.

“Dari kronologis itu makanya sekarang kita melakukan pengecekan bersama- sama bahwa pada saat itu kita sebenarnya tidak melakukan apa apa. Murni itu tuntutan dari bawah karena peserta pemilu banyak yang tidak mendapatkan haknya. Sebagai kewajiban dari kami memberikan hak kepada peserta pemilu karena salinannya itu ada di kotak itu,” tuturnya.

20240220 041357 0000
Foto: Ketua PPK Arjasa saat diwawancarai kuli tinta di depan GOR.

Atas tragedi memalukan tersebut, Amin Wazan tak menampik jika KPU telah memberikan sanksi.

“Kami sudah dapat teguran dari KPU bahwa telah ada pelanggaran registrasi dan itu sudah, sudah, sudah ada sanksinya dan diterima oleh yang mengamankan surat pak,” tandas Amin Wazan yang nampak kebingungan bahkan tak bisa menjelaskan sanksi apa yang sudah didapatkan.

Disisi lain, saat rapat bersama dengan KPPS, PPK, para saksi, dan TNI-Polri, beberapa peserta melakukan protes barbar kepada ketua PPK dan sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam pembukaan segel 9 kota suara yang telah disimpan.

Moechtar Rafik yang karib disapa Itang, seorang tokoh Kepulauan Kangean yang menjadi peserta rapat dengan lantang menyebut bahwa tidak mungkin pembukaan segel Kotak suara itu dilakukan dengan sihir.

“Tidak mungkin mereka melakukan dengan sihir tanpa ada pekerjaan yang masif dan terstruktur,” tegasnya.

Atas nama partai, dirinya pun menyampaikan mosi tidak percaya kepada ketua PPK dan anggotanya.

“Masuk ke tempat penyimpanan kotak suara tanpa ijin petugas yang berwenang apalagi melakukan pencopotan segel itu merupakan tindak pidana Pemilu. Saya minta siapa yang menyuruh melakukannya dan siapa dalang dibalik semua ini,” geram Itang.

Dirinya menyayangkan aksi sembunyi- sembunyi yang diduga dilakukan oleh PPK Arjasa.

“Kenapa harus melakukan dengan cara cara sembunyi. Mereka melakukan pola -pola seperti maling. Jadi, kunci dibuka, sebelah barat dibuka. Kenapa melakukan hal itu tanpa ada saksi,” tukas Itang yang kemudian dijawab dengan nada keras oleh pria yang duduk disamping ketua PPK Arjasa bahwa peserta rapat semuanya bersalah.

“Tidak ada satu orang yang bersalah disini . Semua orang bersalah,” tandas pria yang duduk disamping kiri ketua PPK Arjasa.

Tinggalkan Balasan