HukrimPolitik

Brigib Akan Laporkan Dugaan Money Politics Sejumlah Kades dan Partai Merah

×

Brigib Akan Laporkan Dugaan Money Politics Sejumlah Kades dan Partai Merah

Sebarkan artikel ini
IMG 20240218 WA0124
Caption: Ketua Barisan Relawan Infant Gibran alias Brigib, Faldy Aditya (tiga dari kiri), bersama jajaran Pengurus saat acara Deklarasi Pemuda Sumenep Dukung Gibran.

Sumenep, Detikzone.net- Tak main-main, Barisan Relawan Infant Gibran (Brigib) akan melaporkan dugaan money politics sejumlah Kades dan partai merah.

“Kami, Brigib akan membawa kasus itu ke ranah hukum atas dugaan pelanggaran Pemilu berat berupa money politics. Satu dua hari ini keputusannya,” kata Ketua Brigib Faldy Aditya.

Faldy menyebut, Brigib mengantongi dokumentasi terkait transaksi pembagian uang ratusan juta yang bertempat di rumah Ketua AKD.

“Kami mengantongi dokumentasi transaksi pembagian uang ratusan juta tersebut,” sebutnya.

Pria yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Sumenep (AJS) ini menyayangkan adanya dugaan peluru yang menyentuh angka ratusan juta rupiah per- Kades yang ditebar PDI-Perjuangan hanya demi memenuhi ambisi perolehan Kursi Dewan.

“Terus terang saya prihatin. Mungkin harus berganti tagline, bukan lagi partainya wong cilik tetapi partainya para Kades Sumenep,” tegasnya. Minggu (18/02/24).

Diketahui, kenaikan drastis capaian kursi empuk DPRD Sumenep dari partai PDI-P pada Pemilu 2024 ini bukanlah sebuah prestasi namun justru sebaliknya lantaran penuh lika liku kontroversi dan disinyalir memainkan money politics brutal yang nominalnya mencapai 100 juta untuk Caleg Pusat dan 30 juta bagi Dewan Sumenep.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu Kades di Kecamatan Rubaru Sumenep yang  identitasnya tidak mau disebut.

“Itu yang Rp 100 juta untuk konversi 2000 suara Caleg Pusat. Sedangkan yang 30 juta buat 300 suara Dewan Sumenep dari PDI Perjuangan nomor urut 1,” beber salah satu Kades yang disebut sebagai Juru Tembak. Jumat (16/02/24).

Lantas, Juru Tembak mengaku, semua Kades se Kecamatan telah menerima jumlah yang sama meski pencapaian suara di masing-masing desa tidaklah sama.

“Persentasenya lebih banyak yang tidak mencapai target sesuai pesanan,” ungkap Juru Tembak.

Menindaklanjuti, Penjabat (Pj) Kades Matanaer, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, ED yang dikonfirmasi mengenai peluru yang diterimanya dari PDI Perjuangan membantah hal tersebut.

“Tidak, saya tidak terima. Ini siapa ya, saya mau koordinasi dulu dengan AKD,” kata ED yang kemudian menjawab bahwa Caleg Dewan Sumenep nomor urut 1 dari PDI Perjuangan hanya mendapat 73 suara.

Kepala Desa lain di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, yakni Pj Kades Karangnangka, berinisial FS yang juga dihubungi guna konfirmasi terkait tebaran peluru ratusan juta dari PDI Perjuangan belum menjawab.

Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan belum bisa dimintai tanggapannya terkait tembakan peluru hingga ratusan juta kepada para Kades.

Tinggalkan Balasan