Berita

Eks Dirut Keuangan RSI Faisal Makassar Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan dari Penyidik

×

Eks Dirut Keuangan RSI Faisal Makassar Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan dari Penyidik

Sebarkan artikel ini
20240130 221723 0000
Foto: Satriani Razak, Eks Dirut Keuangan RSI Faisal Makassar Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan dari Penyidik

Makassar, Detikzone.net- 30 Januari 2024, Satriani Razak, mantan Direktur Keuangan RSI Faisal Makassar, menghadiri panggilan klarifikasi di ruang Subdit3 Ditreskrimsus Polda Sulsel pada Senin, 30 Januari 2024, bersama mantan Direktur Utama, Dr. Arfiaha Arabe T, MARS, dan kuasa hukumnya, Adi Soedrajat.

Ini merupakan kunjungan ketiga, namun Satriani mengeluhkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum penyidik Tipikor Polda Sulsel, RH dan AT, yang dianggapnya terlalu mengintervensi.

Satriani menjelaskan bahwa dalam panggilan tersebut, meskipun diundang untuk memberikan klarifikasi, ia merasa seolah-olah sudah dianggap sebagai tersangka.

20240130 221648 0000
Foto: Adi Soedrajat

Ia menyoroti bahasa yang kurang sopan dan merasa diperlakukan tidak adil, dengan oknum penyidik memaksa kesan bahwa Satriani memiliki data yang sebenarnya sudah dijelaskan.

Dalam penggunaan kuasa hukumnya, Satriani menegaskan bahwa itu adalah hak asasi manusia yang seharusnya dihormati dalam ranah hukum.

Dirinya juga menyoroti insiden terkait handphone, di mana penyidik meminta untuk menyimpan handphone, diduga karena alasan merekam, meskipun Satriani membantah tindakan tersebut.

Kuasa hukum, Adi Soedrajat, SH, menyatakan bahwa saat pendampingan terjadi intimidasi dan intervensi dari oknum penyidik, khususnya oleh seorang penyidik bernama ibu Wiwik.

Bahkan, ada insiden di mana bentakan tidak masuk akal dilontarkan kepada klien Adi Soedrajat.

Dalam respons, ia meminta penghentian BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang dianggap tidak adil.

Menyikapi kejadian ini, Adi Soedrajat berencana mengirimkan surat resmi ke Kabid Propam, Itwasda, Kapolda, dan Kapolri terkait oknum penyidik RH dan AT yang diduga melakukan intervensi.

Meski media melaporkan bahwa tidak ada tekanan, Satriani Razak dan kuasa hukumnya tetap bersikeras bahwa perlakuan yang diterima tidak dapat diterima.

RH, penyidik Tipikor Polda Sulsel yang diduga mengintervensi Sutriani Razak saat dikonfirmasi media mengatakan tidak ada tekanan.

“Tidak ada tekanan. Begini pak, kalau mau ketemu, besok pagi ke kantor,* tandasnya.

Tinggalkan Balasan