Infrastruktur

Pekerjaan Proyek Jembatan Dawuhan Blitar Molor, Kontraktor Terancam di Blacklist

×

Pekerjaan Proyek Jembatan Dawuhan Blitar Molor, Kontraktor Terancam di Blacklist

Sebarkan artikel ini
IMG 20240117 WA0262
Foto: Penampakan Proyek Jembatan Dawuhan Blitar yang Molor

Blitar, Detikzone.net – Lambatnya pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Dawuhan terancam jadi beban APBD, jika pada 28 Februari 2024 belum selesai. Pasalnya, pada periode itu, Pemkab Blitar harus mengembalikan sisa anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bangunan proyek jembatan senilai Rp. 7,4 miliar rupiah yang berada di Desa Dawuan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar tersebut hingga kini belum juga rampung.

Dari hasil monitoring yang dilakukan DPRD Kabupaten Blitar, proyek jembatan Dawuhan tersebut dalam pekerjaanya masih sekitar 70 persen saja. Padahal saat ini proyek yang merupakan bantuan BNPB tersebut sudah memasuki masa perpanjangan selama setengah bulan.

Atas keterlambatan tersebut, pihak kontraktor terancam diblacklist dan tidak bisa mengerjakan proyek lagi di Blitar. Keterlambatan tersebut, tentu menjadi catatan negatif untuk kontraktor.

“Jembatan Dawuhan progres yang capaiannya saat ini sekitar 70 persen mengalami deviasi sekitar 8 persen dari target, sebelumnya dan diberikan kesempatan perpanjangan pertama,” Kata Ketua Sugianto Komisi III DPRD Kabupaten Blitar. Rabu (17/01/24).

Bukan hanya terancam blacklist, pihak kontraktor juga telah menerima sanksi denda akibat keterlambatan pengerjaan proyek Jembatan Dawuhan Blitar. Setiap hari pihak kontraktor harus membayarkan denda keterlambatan senilai Rp. 7 Juta rupiah.

Meski begitu, pihak kontraktor tetap diberikan kesempatan untuk menyelesaikan proyek jembatan tersebut selama 2 kali masa waktu di perpanjang. Anggaran Proyek jembatan Dawuan dapat bantuan dari BNPB, dalam pekerjaanya bisa di selesai pada 28 Februari 2024 mendatang.

“ Kalau pekerjaannya tetap tidak selesai maka sisa dana harus dikembalikan ke pusat hal itu tentu menjadi beban untuk APBD,” tegasnya.

IMG 20240117 WA0263

Ketika awal lelang sebenarnya DPRD Kabupaten Blitar bertanya-tanya, kenapa pemenang tender proyek berasal dari Aceh. Hal itu menjadi pertanyaan lantaran, kontraktor asal Aceh tersebut belum tahu tentang medan atau lokasi proyek.

“Sebetulnya dari mana saja tidak masalah, yang jadi masalah jika kontraktor yang berasal dari luar kota tidak tahu kondisi di sini sehingga molor seperti ini,” ucapnya.

Jembatan Dawuhan ini merupakan penghubung Dusun Midodaren, Kaliandong, Klangkapan dengan Desa Dawuhan dan merupakan akses menuju wilayah Dawuhan bagian atas, yang terdapat lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK). Jembatan ini roboh pada bulan Februari tahun 2021 lalu.

Hujan deras dan banjir waktu itu membuat jembatan yang memiliki panjang 17 meter dan lebar 5 meter tersebut ambrol. Kini setelah 2 tahun berselang jembatan Dawuhan kembali dibangun dengan anggaran dari bantuan BNPB.

 

Tinggalkan Balasan