Politik

Profil Caleg Mujiardi Santoso dari Wartawan Menuju Legislatif

×

Profil Caleg Mujiardi Santoso dari Wartawan Menuju Legislatif

Sebarkan artikel ini
IMG 20240113 WA0069

Badung, Kuta Utara– Mujiardi Santoso panggilan akrab Ardy masuk ke dalam jajaran caleg muda yang siap berkarya, berinovasi untuk DPRD Badung dari Dapil 6 Kuta Utara.

Ia mendapat  posisi nomor urut 1 berdasarkan daftar Caleg dari KPU.

Awalnya, Mujiardi Santoso berprofesi sebagai wartawan  media online dan cetak, sejak tahun 2019.

Dari kariernya sebagai wartawan, lalu diangkat menjadi kepala biro dan pernah menjabat Kepala Wilayah Bali, selama 4 tahun dengan selalu menyajikan informasi yang mengedukasi dan membangun inspirasi positif.

Berkat kegigihannya, Ardy juga mendapat jabatan sebagai Pimpinan Umum di Surat Kabar Majalah Nasional  dan online Nusantara Murni.com.

Dengan bekal pengalaman sebagai jurnalis, Ardy ingin mengabdikan dirinya kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia, dengan mendaftar menjadi Caleg DPRD Badung dari Partai Gelora di Dapil 6 Kuta Utara.

Selain kariernya menjadi wartawan, Mujiardi Santoso juga menjabat sebagai Ketua DPW LSM Prabu (Pergerakan Rakyat Bersatu) Provinsi Bali selama 4 tahun.

Bahkan, kini dirinya masih dipercaya sebagai Ketua DPW PWDPI (Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia)Provinsi Bali periode 2023-2026. Terlebih, Mujiardi Santoso juga menjadi pengurus di Partai Gelora sebagai Wakil Ketua Bidang Humas Provinsi Bali.

Lebih jauh diungkapkan, untuk menjadi Caleg bukan asal memutuskan saja, namun penuh pertimbangan, yang akhirnya memilih menjadi caleg, karena berharap dapat berpartisipasi aktif  dalam kesejahteraan masyarakat serta hadir untuk melayani bukan dilayani.

Oleh sebab itu, Mujiardi Santoso meminta masyarakat, jika dirinya dipercaya sebagai Wakil Rakyat, maka Ardy meminta diberikan mandat atau tugas untuk bisa menyampaikan aspirasi masyarakat serta melaksanakannya.

IMG 20240113 WA0068

Bahkan, dalam programnya, Mujiardi Santoso berharap ingin meningkatkan kualitas  pelayanan kesehatan, karena salah satu masalah pembangunan manusia Indonesia saat ini adalah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak.

“Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi ibu hamil dan bayi dalam jangka yang panjang. Ditambah lagi, dengan kurangnya layanan kesehatan dan kebersihan lingkungan,” katanya.

Selain itu, guna meningkatkan sistem keamanan bagi masyarakat lokal maupun WNA dilakukan dengan cara meningkatkan sistem Siskamling.

Tak hanya itu, dirinya mendukung untuk mencetak enterpreneur-enterpreneur yang handal dan inovatif, agar dapat menjalankan usaha secara mandiri dan mencapai kesuksesan finansial  atau hidup sejahtera.

“Sehingga bisa mendorong mereka, untuk melakukan perubahan sosial atau menginisiasi kewirausahaan sosial,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan