Hukrim

Kepala Sekolah Paud Al- Mahbubi Tegaskan  Berita Pungutan Seragam dan Buku Tidak Benar

×

Kepala Sekolah Paud Al- Mahbubi Tegaskan  Berita Pungutan Seragam dan Buku Tidak Benar

Sebarkan artikel ini
IMG 20240113 WA0074

SAMPANG, Detikzone.net– Lantaran belum bisa menjawab upaya konfirmasi media ini pada berita sebelumnya yang tayang pada hari Rabu, 10/01/2023, Kepala Sekolah Paud Al-Mahbubi, Basyiruddin kini memberikan klarifikasi. Sabtu, 13/01/2024.

Klarifikasi yang disampaikan hari ini oleh Kepsek Paud Al-Mahbubi karena berita yang telah tayang tidak ada komentar darinya.

Sehingga, ia-pun perlu memberikan klarifikasi yang sebenar- benarnya mengenai berita berjudul ‘Diduga Korupsi Dana BOP, Kepala Paud Al-Mahbubi Desa Bira Tengah Sampang Bungkam’.

Basyiruddin mengatakan, dirinya tidak pernah membebani pembelian seragam kepada wali murid, apalagi dengan harga bervariasi seperti yang diberitakan.

“Berita tersebut tidak benar. Pada hakikatnya, seragam tersebut bukan kehendak dan kemauan saya, melainkan kehendak wali murid. Sejak awal saya sudah tidak mau pembelian seragam itu bahkan semua wali murid saya panggil karena bukan ranah saya. Apalagi takut nanti ada yang terbebani dan tidak mampu untuk membeli seragam tersebut,” katanya mengawali klarifikasi.

Kendati ia sudah memberikan nasehat, namun para wali murid masih ngotot ingin punya seragam khusus agar saat ada lomba dan imtihan tidak memakai seragam yang sudah difasilitasi dari lembaganya.

“Para wali murid mengatakan, Ustad untuk seragam ini bukan untuk dipakai setiap hari, karena seragam yang dipakai setiap hari sudah ada dari sampean termasuk seragam olahraga. Seragam yang kami maksud ini biar bisa dipakai manakala ada lomba dan imtihan, biar ada seragam khusus,” tuturnya menirukan perkataan para Wali Murid

Sehingga kemudian, dirinya mempercayakan kepada wali murid untuk mengkoordinir agar nantinya ketika ada permasalahan di belakang hari tidak melibatkan dirinya dan lembaga.

“Karena dari awal saya tidak setuju, karena bukan kehendak saya dan ranah saya. Ini murni kemauan mereka,” imbuh Basyiruddin.

Bahkan dirinya juga menjelaskan bahwa terkait dengan pembelian buku seharga 27 ribu itu tidak benar adanya.

“Yang jelas, semenjak saya jadi pengelola, apalagi yang seharga itu, seribu-pun saya tidak pernah menjual buku,” tutu Basyiruddin.

“Bahkan buku ini saya berikan dan saya buatkan buku kuning untuk cara baca dan sebagainya. Saya buat sendiri, saya foto copy sendiri, lalu saya berikan kepada siswa,” tambahnya.

Itupun harganya tidak seperti yang disebutkan di dalam berita, namun Rp 10 ribu.

“Itupun saya sendiri yang membayar. Oleh karena itu, saya  sangat tidak membenarkan pemberitaan itu,” tandas Basyiruddin.

Tinggalkan Balasan