Hukrim

17 Santri Blitar Ditetapkan Tersangka Setelah Mengeroyok Temanya Hingga Tewas

×

17 Santri Blitar Ditetapkan Tersangka Setelah Mengeroyok Temanya Hingga Tewas

Sebarkan artikel ini
IMG 20240108 WA0329

Blitar, Detikzone.net – Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar menetapkan 17 santri sebuah pondok pesantren di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sebagai tersangka kasus pengeroyokan teman sesama santri, MAR (14) sampai korban mengalami luka berat dan meninggal.

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Selasa (2/1/2024) tengah malam. Beberapa hari usai menjalani perawatan di rumah sakit, MAR mengembuskan napas terakhir, Minggu (7/1/2024).

“Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak kepolisian menetapkan sebanyak 17 santri yang terlibat dalam pengeroyokan itu yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah yang masih anak-anak yang berada di pondok pesantren tersebut,” ujar Kepala Satreskrim Polres Blitar AKP Feby Pahlevi Rizal, Senin (8/1/2024).

Feby menyampaikan bahwa pengeroyokan dilakukan oleh 17 anak dengan tangan kosong dan sejumlah benda seperti kabel, gagang sapu dan batang kayu.

“Ada yang menggunakan tangan kosong, kemudian ada kabel seterika, sapu, dan batang kayu. Benda-benda itu juga yang kami amankan sebagai barang bukti,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan, pengeroyokan itu dipicu oleh pencurian uang milik sejumlah santri yang diduga dilakukan oleh korban.

Para tersangka dijerat Pasal 80 Ayat 3 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 15 tahun.

Feby menambahkan bahwa 17 anak yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu tidak ditahan masih berusia 14 hingga 16 tahun. Pihak kepolisian belum menahan para tersangka.

“Kami dapat jaminan keluarga, dan untuk kebaikan anak, maka tidak kami tahan. Jaminan bahwa mereka tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi perbuatan yang sama, dan tidak akan menghilangkan barang bukti,” jelasnya.

“Selanjutnya Feby akan meminta keterangan pengelola pondok pesantren, tempat peristiwa pengeroyokan waktu terjadi,” imbunya.

Diberitakan sebelumnya, MAR menjadi korban pengeroyokan oleh belasan rekan santrinya pada Selasa (2/1/2024) tengah malam di sebuah pondok pesantren yang ada di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, hingga saat ini sudah ada 17 santri yang mengakui terlibat pengeroyokan terhadap MAR.

Kepala Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Syaikhul Munib, mengatakan bahwa pengeroyokan itu diduga dipicu oleh kekesalan sejumlah santri yang merasa kehilangan uang. Mereka menduga uang tersebut dicuri oleh MAR pada awal Desember lalu.

Munib mengungkapkan, pengurus pondok telah turun tangan guna memediasi masalah tersebut. Menurutnya, MAR telah mengaku mencuri uang rekan-rekan santri.

“Setelah itu situasi sudah tenang karena masa libur, terjadi pengeroyokan setelah mereka kembali masuk pondok pesantren Januari ini,” tuturnya.

 

Tinggalkan Balasan