HukrimPeristiwa

Tidak Hanya Buruk, Fauzi AS Sebut Widiarti Humas Sesuka-suka Hati 

×

Tidak Hanya Buruk, Fauzi AS Sebut Widiarti Humas Sesuka-suka Hati 

Sebarkan artikel ini
PREDIDENT CAFE 20240108 212421 0000
Foto: Huams Polres Sumenep Widiarti (kiri), Pengusaha sukses sekaligus pengamat kebijakan publik, Fauzi AS (kanan)

Sumenep, Derikzone.net- Kemelut polemik mengenai kinerja Humas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, AKP Widiarti terus menjadi tranding topik dan sorotan yang menukik. Senin, 08/01/2024.

Beberapa hari terakhir, sorotan tersebut tidak hanya datang dari sejumlah  pewarta, aktivis dan pengacara, namun juga datang dari pengusaha  sukses dan pengamat kebijakan publik pemilik brand Labatik , Fauzi AS.

Fauzi AS menyebut, kinerja Humas Polres Sumenep, AkP Widiarti tidak hanya buruk, buruk dan buruk, tapi sangat minus.

“Kasi Humas Polres Sumenep ini tidak hanya buruk, namun sangat minus bahkan lebih buruk dari Toa Amal,” sebutnya.

Bukan tanpa alasan Fauzi AS menyebutnya demikian, sebab dirinya mengaku seringkali dikecewakan AKP Widiarti.

“Terakhir itu, saya dikecewakan soal pemberitaan masalah kebakaran di toko saya sendiri. Bahkan terkait itu, kalau tidak salah wartawan saya R ( inisial) dimarahin saat mengambil dokumentasi terkait kebakaran toko saya, karena alasannya waktu itu dalam tahap penyidikan,” sebutnya.

Namun anehnya, kata Fauzi, AKP Widiarti justru mengeluarkan foto dan rilis ke salah satu media Nasional dengan menafsjr- nafsirkan sendiri angka kerugian yang dialaminya.

“Disisi lain dia melarang wartawan untuk memberitakan tapi dirinya sendiri merilis berita sesuai dengan kemauannya sendiri. Beritanya masih ada di saya. Dia itu Humas sesuka- suka hatinya. Padahal tidak pernah konfirmasi kepada saya,” katanya.

Pemilik Brand Labatik ini mengungkapkan, kerugian yang dialaminya itu hampir Rp 1 Miliar.

“Namun kemudian dirilis oleh Widi hanya sekian juta begitu, dan itu membuat saya sangat kecewa sekali,” ungkapnya.

Tentu dengan demikian, Fauzi beranggapan, kinerja Humas yang disebutnya sesuka-suka hati itu merupakan hal yang sangat sangat buruk, buruk dan buruk.

“Seharusnya bukan hanya sanksi yang didapatkan, namun demosi,” tuturnya.

Dengan gaya bahasanya yang blak blakan Fauzi AS lantas menginginkan, posisi Kasi Humas Polres Sumenep itu ditempati orang orang yang amanah.

“Mestinya Humas ini ditempati oleh orang orang yang memang betul betul amanah dan bertanggung jawab karena Humas merupakan corong untuk masyarakat. Bagaimana jika corongnya rusak kan bunyinya tidak bagus jika didengar oleh masyarakat,” tukasnya.

Disinggung mengenai group Humas yang disetting private, Fauzi AS menyebut bahwa itu merupakan cerminan Humas otoriter.

“Itu cerminan Humas yang otoriter,” pungkasnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan