Ekonomi

Dandim Sumenep: Jagung dan Peternakan Sapi Merupakan Urat Nadi Masyarakat

×

Dandim Sumenep: Jagung dan Peternakan Sapi Merupakan Urat Nadi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
a583d0e8f073f13498d96db5733c26b7019f4ae2
Foto: Dandim Sumenep saat memberikan pemaparan mengenai ketahanan pangan

Sumenep, Detikzone.net- Dalam rangka memperkuat program yang sudah dilaksanakan selama satu tahun belakamgan yakni program ketahanan pangan jagung dan sapi Madura, Dandim 0827/Sumenep Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi, S.E.,M.Si.,M.Sc. mengumpulkan para danramil, para Babinsa dan perwakilan kelompok tani (poktan) binaan, di Aula Makodim 0827/Sumenep, Kamis (21/12/2023).

“Saat ini fokus kita pada penanaman jagung, karena saat ini musim hujan, jadi kita harapkan capaian tahun kemarin bisa kita maksimalkan tahun ini, pencapaiannya kita akan memperbaiki pola tanam petani,” ujar Dandim.

Menurut Donny, selama ini pola tanam jagung para petani masih belum maksimal, baik dari pengolahan lahan, pemupukan, jarak tanam, hingga pembersihan rumputnya.

“Kita ingin beberapa kelompok petani yang berhasil tahun kemarin kita sebar ke petani yang lain berbagi ilmu, sehingga nanti perbaikan bertanam jagung tersebar ke petani di Sumenep, terutama di Sumenep daratan,” harapnya.

Saat ini, tukas Dandim, tanam jagung sudah mencapai 60 hektar dan ke depan ditargetkan hingga 200 hektar.

“200 hektar ini artinya tanam jagung untuk silase tidak hanya sekali tanam, karena berkaitan kapasitas pabrik jadi tidak menumpuk, namun kami tetap kerahkan Babinsa dan petani untuk tanam jagung jagung secara kontinyu, sehingga masuk pabrik nanti bertahap,” ucapnya.

Melihat potensi pengembangan tanam jagung yang sangat luar biasa termasuk peternakan sapi di Sumenep, Donny berharap para babinsa dan danramil tidak hanya mendampingi petani, namun juga jadi pelaku.

“Jagung dan peternakan sapi adalah urat nadi masyarakat Sumenep, sehingga kita harus larut di dalam itu, meskipun ada kendala namun itu dijadikan sebagai potensi,” jelasnya.

“Dengan tanam jagung yang maksimal akan jadi tambahan penghasilan baik untuk petani, dan bahkan harapan saya para babinsa dan danramil jadi pebisnis pertanian, jadi tidak hanya mendampingi petani tapi juga bisa merasakan hasilnya,” imbuhnya.

Sementara, penggerak poktan desa Usman Maulana mengaku, program yang telah dijalankan Kodim 0827/Sumenep kepada petani jagung banyak memberikan manfaat.

“Petani yang ikut program dari Kodim sudah merasakan hasilnya. Jika sebelumnya jagung untuk pipil dan dijual itu kurang menguntungkan. Sekarang petani antusias menanam jagung untuk silase karena menguntungkan mereka,” ujar Usman.

Saat ini para petani kembali serius membudidayakan jagung khususnya untuk bahan baku silase.

“Hal tersebut karena masifnya pendampingan dari Babinsa serta adanya pabrik yang siap menampung,” tukas Usman .

Tinggalkan Balasan