Pemerintah

Sukses Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Sumenep Komitmen Terus Bekerja Keras

3392
×

Sukses Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Sumenep Komitmen Terus Bekerja Keras

Sebarkan artikel ini
20231114 141939 0000
Foto: Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar.

Sumenep, Detikzone.net- Sukses menekan angka kemiskinan dibawah 20 persen, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus melakukan upaya dan berkomitmen menekan angka kemiskinan setiap tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, pada 2021 angka kemiskinan di Sumenep mencapai 20,51 persen, memasuki 2022 menyisakan 18,76 persen. Kemudian pada 2023 kembali menurun 18,70 persen.

“Kita optimis, setiap tahun angka angka tersebut terus menurun melalui kerja keras dan kolaboratif,”  kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar kepada media ini. Selasa, 14/11/2023.

Dadang Dedy Iskandar memuji peran penting orang nomor satu Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Sebab, segala program dan perintah  Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berhasil dijalankan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tentu keberhasilan ini berkat dorongan Bupati Sumenep yang berhasil dijalankan oleh OPD dalam komitmen menurunkan angka kemiskinan di Sumenep,” ungkap Dadang.

Oleh sebab itu, Dadang meminta agar seluruh OPD menyatukan persepsi dan tujuan dalam rangka menyukseskan semua program daerah untuk pengentasan kemiskinan.

Kendati pada tahun ini Pemkab Sumenep telah berhasil menekan angka kemiskinan dibawah 20 persen, Dadang Dedi Iskandar mengaku tidak akan pernah merasa puas.

“Bahkan hingga saat ini program pengentasan kemiskinan tetap dijalankan oleh beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Diantaranya melalui perluasan pembukaan lapangan kerja lewat Job Fair, gerakan pangan murah, dan menghidupkan sektor UMKM di setiap event dan kegiatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Chandra mengatakan, angka kemiskinan itu diketahui dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Modul Konsumsi dan Pengeluaran (Modul KP) periode Maret 2023.

“Hasilnya memang angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep hasil Susenas periode Maret 2023, diketahui 18,70 persen,” kata Ribut Hadi Chandra.

Menurut Candra, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar.

“Yang jelas, dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan,” jelas Candra.

Ia lantas menegaskan, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan.

“Metode ini dipakai BPS sejak 1998 supaya hasil penghitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan