Mengaku Bujang, Oknum Anggota Polda Sulsel Aipda AS Goyang Janda Sejak 2016 Berujung Aborsi

×

Mengaku Bujang, Oknum Anggota Polda Sulsel Aipda AS Goyang Janda Sejak 2016 Berujung Aborsi

Sebarkan artikel ini
20230704 182218 0000
Foto: Ilustrasi

Makassar, Detikzone.net- Dugaan hubungan terlarang dan perzinaan oknum anggota Dirlantas Polda Sulsel Aipda AS dengan seorang janda cantik berinjsial M menyedot perhatian publik. Selasa, 04/07/2023.

Pasalnya, hubungan tanpa nikah antara Aipda AS dengan insial M menghasilkan janin yang tak berdosa namun berujung aborsi.

Kepada media ini, M mengakui, dirinya menjalin hubungan asmara dengan Aipda AS sudah cukup lama.

“Saya dan dia (Aipda AS, red) sudah cukup lama menjalin hubungan terlarang terhitung sejak tahun 2016 sampai 2023,” tuturnya

M menyebut, awalnya oknum Polisi tersebut mengaku tidak punya keluarga.

“Dia mengaku bujang dan saya mengenalnya dari teman bahkan demi memastikan statusnya, saya mempertanyakan kepada teman saya dan dijawabnya masih bujang,” ulasnya.

Sehingga M pun percaya dan menjalani hubungan terlarang sampai kost bareng di Jl. Datok Ditiro, Makassar.

“Tidak ada perempuan mau menjalani hubungan dengan suaminya orang. Kalau dia mengaku sudah beristri tidak mungkin saya mau jalani sama suami orang, siapa yang mau makan hati, saya sudah pernah gagal sama mantan suami saya, masa mau menjalani dengan suami orang,” ungkapnya Sedih.

Dirinya pun bercerita, hubungan terlarang yang dijalani tersebut membuat dirinya berujung hamil.

“Saya diberikan uang sebesar Rp. 20.000.000 agar mengaborsi anak saya,” tuturnya.

“Pada saat pemberian uang tersebut diketahui oleh anggota Provos Polsek Bontoala bernama Tobing,” imbuhnya.

Menurut M, Aborsi yang dilakukan dengan cara meminum obat.

Berkenan dengan itu, M bahkan mengakui jika Aipda AS sempat mempertanyakan kepentingan wartawan terhadap dirinya.

“Aipda AS sempat mempertanyakan  kepentingan wartawan. Saya hanya menjawab memberikan keterangan dengan jujur, namun Aipda AS mengatakan tidak takut dengan wartawan,” ucapnya.

Tak hanya itu, dirinya juga pernah diminta untuk membantu pengajuan Bank BRI dengan mengaku jadi istrinya.

“Ironisnya, saya disuruh untuk meniru tanda tangan istrinya supaya pinjaman Bank tersebut cair,” pungkasnya.

Hingga berita ini terbit Aipda AS belum dapat dikonfirmasi.

Media ini akan terus melakukan upaya konfirmasi terhadap yang bersangkutan, bahkan demi keadilan hukum, Detikzone akan melakukan upaya konfirmasi kepada Kapolda Sulsel.

Tinggalkan Balasan