Bangga Produk Lokal, Bupati dan Wabup Pamekasan Pakai Sarung Produk Binaan Pemkab

jpg 20230409 202533 0000

Pamekasan, Detikzone.net-Tunjukkan kebanggaannya dengan produk lokal, Bupati Baddrut Tamam dan Wabup Fattah Jasin pakai sarung produk binaan Pemkab. Minggu, 09/04/2023.

Hasil produksi tangan-tangan kreatif warga Pamekasan yang ikut pelatihan Wira Usaha Baru ( WUB) tersebut dikenakan saat kedua pasangan pimpinan daerah tersebut menghadiri safari Ramadhan di Kantor Kecamatan Larangan. Kamis, 06/04.

Sekedar diketahui, bahwa hasil tangan kreatif warga Pamekasan tidak hanya menghasilkan sarung, namun juga memproduksi sepatu, sandal, tas, songkok, dan beberapa produk lainnya.

“Sarung yang dipakai saya ini adalah produksi Pamekasan, karena saya menginginkan uang masyarakat Pamekasan tetap berputar di Pamekasan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, tidak lari keluar,” kata Baddrut Tamam.

Bahkan berkat program yang difasilitasi Pemkab tersebut, kini Perekonomian masyarakat Pamekasan mengalami progres dan peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, perekonomian warga Pamekasan juga terdorong program Pemkab yang lain. Salah satunya beasiswa pendidikan yang meliputi beasiswa santri, beasiswa kedokteran, dan beberapa fasilitasi pemerintah lainnya di bidang pendidikan.

“Kenapa beasiswa santri bisa menyebabkan peningkatan ekonomi, karena masyarakat yang sebelumnya punya uang untuk kebutuhan anaknya di pondok, sekarang sudah tidak usah lagi karena pemerintah telah membiayai,” terangnya.

Menurut suami Nayla Tamam ini, hampir 5 ribu santri di beberapa pondok pesantren di Pamekasan dengan uang saku Rp 500 ribu per bulan. Jumlah santri yang mendapatkan beasiswa itu lebih dari target awal yang hanya seribu santri.

Sementara beasiswa kedokteran tercatat ada 10 anak-anak tidak mampu telah menempuh pendidikan di kedokteran dibiayai pemerintah melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten. Termasuk pula fasilitasi anak tidak mampu menjadi anggota polri hasil kerja sama dengan Mapolda Jawa Timur, hasilnya ada 13 orang tidak mampu telah bekerja di institusi kepolisian.

Faktor berikutnya yang menyebabkan perekonomian masyarakat  meningkat adalah penerapan universal health coverage (UHC) atau pengobatan gratis kepada seluruh warga Pamekasan.

“Dulu orang mau pergi ke puskesmas ragu karena takut uang tidak cukup, sekarang sudah tidak khawatir lagi, dan uangnya bisa dialihkan untuk kepentingan pangan dan yang lain,” tandasnya.

“Kini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan ini sudah mencapai 4,6 persen,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan