1000 Guru Ikuti Bimtek Menulis, Bupati Sumenep: Demi Kemajuan Pendidikan

20221219 204757 0000

SUMENEP, Detikzone.net- Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan setempat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) menulis di Gedung KORPRI, Senin (19/12/2022).

Bupati Sumenep, Ra Achmad Fauzi, S.H., M.H mengatakan, Bimtek menulis untuk para guru tersebut diharapkan bisa menghasilkan karya bermutu untuk dijadikan referensi oleh kalangan tenaga pendidik dan masyarakat.

“Kami mengharapkan para guru membudayakan menulis untuk menambah keilmuan serta wawasan, guna meningkatkan kemampuan seorang tenaga pengajar,” kata Bupati Sumenep saat sambutan.

Menurut Bupati, Guru yang rajin menulis menjadi teladan, bahkan sebagai inspirasi bagi siswa dan masyarakat, karena karyanya telah melahirkan ide atau gagasan bermutu yang bermanfaat.

“Karena menulis bukan syarat kepentingan untuk mengejar jabatan atau keperluan lainnya,” terang dia.

Sejatinya, lanjut Achmad Fauzi, guru tidak hanya sebatas mengajar atau mentransfer ilmu pengetahuan dan karakter saja.

“Peran tenaga pendidik atau guru juga harus ditopang dengan kemampuan menulis untuk mengembangkan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Ia menegaskan,  untuk menjadi seorang penulis hendaknya rajin membaca, karena dengan membaca tentu akan  memperkaya infomasi dan keilmuan dari berbagai media.

“Guru untuk menulis kuncinya rajin membaca guna menambah informasi dan keilmuan dalam bentuk literasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra menambahkan, para guru yang mengikuti Bimtek bertema “Serentak Berinovasi Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar” diikuti sebanyak 1000 orang, yang pelaksanaannya terbagi dua, yakni secara tatap muka 500 guru dan secara virtual 500 guru.

“Melalui kegiatan ini melahirkan dua genre, yakni fiksi yang mengangkat cerita kandungan pesan moral untuk dijadikan muatan lokal di PAUD hingga SMP, dan non fiksi berupa tulisan para guru, kepala sekolah penilik dan lainnya,” ujarnya.

Pihaknya memilih 100 karya tulisan fiksi dan 100 karya non fiksi terbaik untuk difasilitasi percetakannya oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, sedangkan karya tulis lainnya diusahakan sendiri oleh koordinator pengawas kecamatan sehingga tetap menjadi buku.

“Kami mengharapkan kegiatan ini berefek positif kepada para guru untuk rajin menulis dengan karya bermutu, demi memajukan dunia pendidikan,” pungkas Agus Dwi Saputra

Tinggalkan Balasan