Shawary Parfum yang Beredar di Mall Penakukang Diduga Tanpa Izin Edar

20221217 014259 0000

Makassar Detikzone.net-  Izin edar yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertujuan untuk melindungi masyarakat dari produk kosmetik berbahaya.

Namun faktanya, Kosmetik jenis Parfum merk Shawaty Parfum,yang diduga ilegal beredar di Mall Panakukang Makassar tanpa ijin edar. Jumat 16/12/2022.

Kapolrestabes makassar melalui kasi Humas AKP Lando , saat dikonfirmasi media ini mengenai tindak lanjut adanya Kosmetik jenis parfum ilegal yang beredar di masyarkat luas mengatakan,  Apa yang mau dijelaskan baketnya saja tidak ada,” katanya.

Terpisah, Kepala BPOM Makassar, melalui Bagian Infokom saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tanpa izin edar itu tidak boleh di pasarkan. Menurut dia itu sudah melanggar.

“Tanpa notifikasi, Komposisi, tanggal Kadaluarsa, Izin produksi dan aturan Pakai itu melanggar Undang-undang jadi itu tidak bisa diedarkan” ucapnya

Dia juga menyampaikan, bahwa terkait kedatangan owner Shawati parfum itu kemarin cuma konsultasi belum ada pengurusan.

Sementara, Owner Shawaty Parfum, l NN saat dikonfirmasi mengatakan silahkan konfirmasi ke Polrestabes Makassar dan Polda soalnya sudah diproses dan sedang dalam Penyelidikan Kepolisian.

“Soalnya kami sudah diproses dan dalam penyelidikan, mengenai izin edar serta mereka mengambil sampel terkait BPOM sementara dalam pengurusan dan kami punya formulirnya” ungkap NN melalui telp WhatsApp.

Selain itu, terdapat pula ketentuan pidana untuk menghindari pengadaan, mengedarkan kosmetik tanpa izin edar yang diatur dengan ketentuan pidana pasal 106 dan pasal 197 dalam UU Kesehatan.Yang di mana Pasal 197 UU Kesehatan berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).”

“Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa produk kosmetik yang diproduksi dan diedarkan tanpa izin edar yang dikeluarkan oleh BPOM merupakan pelanggaran hukum,” ucapnya.

Sedangkan bagi para pelaku usaha yang mengedarkan dan/atau memproduksi produk kosmetik tanpa izin edar, dapat dipenjara selama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Tinggalkan Balasan