Era Digital, Pemkab Pamekasan Minta UMKM Kuasai Pasar Online 

jpg 20221214 160814 0000

PAMEKASAN, Detikzone.net- Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) diharapkan bisa mengembangkan usahanya dengan baik dan mampu menguasai strategi pasar.

Hal itu dikatakan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pamekasan, Sigit Priyono saat menyampaikan sambutan mewakili bupati Pamekasan dalam acara bimtek pengenalan dan pemasaran produk WUB di Mandhapa Aghung Ronggosukowati.

Sigit menegaskan, program wirausaha baru (WUB) sudah menjadi komitmen dan prioritas Bupati Baddrut Taman demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Daerah juga telah bekerja maksimal agar program itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dengan memberikan pelatihan usaha secara gratis, hingga fasilitasi pemasarannya.

“Teman-teman sudah melaksanakan tujuan pemerintah, khususnya di bidang ekonomi. Mudah-mudahan teman-teman semua, baik fasilitator, dinas dan pelaku usaha ini menjadi pahlawan di bidang ekonomi di Kabupaten Pamekasan,” katanya, Selasa (13/12/2022).

Menurutnya, ada banyak hal yang harus dilakukan oleh para pelaku UMKM agar produknya mampu bersaing di pasaran di era digtal saat ini.

“Kita tahu bahwa hari ini kita melihat orang berdagang, berjualan kompetitornya luar biasa, banyak sekali. Informasi yang canggih seperti sekarang, ketika kita tidak mampu memasarkan, maka percuma,” tandasnya.

Lebih lanjut Sigit mengungkapkan, Media sosial menjadi ladang pemasaran produk yang saat ini mudah ditemukan.

“Baik facebook, instagram, tiktok, dan media sosial lainnya,” lanjut Sigit.

Oleh karena itu, beber Sigit, para pelaku UMKM di daerahnya harus mengetahui standart pasar atas produk yang akan dijual. Kemudian, pembeda atas produk, dan branding produk. Ketiga hal ini harus menjadi atensi khusus agar usahanya bersaing di pasaran.

“Posisi kita sekarang ketika dibandingkan dengan kompetitor yang lain, kita ada dimana, sehingga ketika kita tahu posisi kita, maka kita akan tahu strategi apa yang akan dilakukan. Kemudian, diferensiasi atau pembeda dan branding,” bebernya.

Sigit berharap, pelaku UMKM hasil program WUB berkembang dengan baik agar mampu menyerap tenaga kerja.

“Produk yang dihasilkan mudah-mudahan bisa dipasarkan dengan baik, ketika dipasarkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Ketika produknya diterima pasar, dan omzetnya besar, sehingga yang awalnya dikerjakan sendiri, butuh tenaga kerja, ketika pemasarannya semakin baik, tenaga kerjanya semakin banyak,” tutup Sigit.

Tinggalkan Balasan