BSSN RI Rapat Bersama Diskominfo Jatim

IMG 20221205 154430

Jatim, Detikzone.net – Guna menganalisis kebutuhan penyelenggaraan pelatihan Born to Defense bagi perangkat daerah yang akan digelar beberapa bulan mendatang di Jawa Timur, Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) melakukan kunjungan dan rapat di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin, 05/12.

Rapat ini dipimpin oleh Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Kominfo Jatim, Achmad Fadlil Chusni, dan diikuti Koordinator Pelatihan Teknik dan Fungsional (Tekfung) Pusbang SDM BSSN, Dony Harso, beserta staf BSSN lainnya sejumlah lima orang. Rapat juga diikuti seorang staf dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Moch. Bashori.

Koordinator Pelatihan Teknik dan Fungsional Pusbang SDM BSSN, Dony Harso, menyampaikan tujuan BSSN RI atas kunjungan ke Diskominfo Jatim yaitu meminta dukungan tempat untuk pelatihan program rencana kerja prioritas nasional Born to Defense. Program ini merupakan implementasi dari salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Kami akan meminta bantuan tempat untuk pelatihan salah satunya adalah program rencana kerja prioritas nasional, yaitu pelatihan Born to Defense, dimana targetnya di tahun 2024 nanti adalah 2000 orang dan kami merasa bahwa harus terdistribusi secara merata. Kegiatan ini tidak bisa dipenuhi dari wilayah barat saja, kami berharap bisa dibagi di wilayah tengah dan timur, yaitu Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Dijelaskan pula oleh Dony, bahwa Pelatihan Born to Defense merupakann pelatihan teknis keamanan siber yang akan mempelajari tentang fundamental keamanan informasi, insiden handling, dan insiden respon. Sedangkan, untuk pesertanya yang akan mengikuti pelatihan nanti adalah para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari pemerintah daerah.

“Yang jelas akan diikuti ASN pemerintah daerah dari 34 provinsi,”katanya.

Dony mengungkapkan bahwa alasan pihaknya akan melakukan pelatihan di Jawa Timur adalah untuk menjaring peserta lebih banyak dari Indonesia wilayah timur. Karena kalau dilakukan di Jakarta, mereka yang dari Indonesia bagian timur terlalu jauh.

“Jadi menurut kami lebih mudah dan lebih efisien jika wilayah Jawa Timur itu sebagai tempat pelatihan untuk Indonesia bagian timur. Maksudnya kalau dari Papua ke Jakarta kan terlalu jauh ya, jadi mungkin mereka bisa mengikuti pelatihan di Surabaya supaya lebih dekat nantinya. Ini juga berdasarkan pengalaman kami di dalam pelatihan di tahun 2021 dan 2022. Kalau kita minta mereka ke tempat kami, bagi mereka yang ada di Papua merasa keberatan karena terlalu jauh dan biaya juga. Harapannya kalau di Jawa Timur bisa lebih menjaring peserta,” terangnya.

Dengan diadakannya pelatihan Born to Defense ini, Dony berharap target rencana kerja prioritas pemerintah bisa tercapai nantinya. Dan untuk peserta yang mengikuti pelatihan, diharapkan agar hasil dari pelatihan ke depan bisa diimplementasikan di instansi pemerintah daerah masing – masing.

“Harapan kami target rencana kerja prioritas pemerintah ini tercapai, yaitu sebanyak 2500  dan di tahun ini sudah ada 500 orang. Kita masih kurang 2000 lagi. Kami juga berharap kepada peserta agar memanfaatkan hasil dari pelatihan ini di instansinya masing – masing, karena tidak mungkin membangun strategi keamanan siber sendiri tapi semua instansi pemerintah, kementerian, lembaga bisa bersinergi tidak bisa kita bertarung atau bertahan sendiri semua harus bersama,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Aptika Diskominfo Provinsi Jawa Timur, Achmad Fadlil Chusni menyampaikan bahwa Diskominfo Jatim mendorong dan mendukung program pelatihan Born to Defense yang akan digelar BSSN RI. Sedangkan untuk tempat pelatihan nantinya, Fadlil mengatakan Diskominfo Jawa Timur meminta kerja sama serta dukungan BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk menyediakan tempat.

“Kami mendorong dan mendukung pelatihan yang akan digelar BSSN di Jawa Timur ini, untuk tempat pelatihan mungkin nanti bisa diadakan di BPSDM. Kami akan berkolaborasi dengan BPSDM agar bersedia menyediakan tempat pelatihan,”kata Fadlil.

Sementara itu, staf BPSDM Provinsi Jawa Timur Moch. Bashori menyampaikan, BPSDM mendukung dan menyambut baik kegiatan yang akan digelar BSSN dan Diskominfo Jatim nantinya.

“Kami menyambut baik terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BSSN terkait dengan pengembangan komptetensi, baik kompetensi teknisnya atau diklat – diklat yang lain sebagai tugas kami untuk melayani dalam pengembangan kompetensi ASN,”tutur Bashori.

Tinggalkan Balasan