Komitmen Pencegahan dan pengendalian HIV, Dinkes Jatim Gandeng Lintas Sektoral

20221202 135656 0000

Surabaya, Detikzone.net-Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember tahun ini  bertemakan “Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS”. Dengan tema tersebut, Dinkes Jatim menggandeng seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen dalam pencegahan dan pengendalian HIV menuju tercapainya Ending AIDS 2030.

Kepala Dinkes Jatim, Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI, Kamis (1/12/2022) menjelaskan, Indonesia dan berbagai negara di dunia telah sepakat mencapai Ending AIDS 2030 atau mengakhiri Epidemi AIDS tahun 2030.

“Oleh karena itu, kita harus mampu menurunkan kejadian infeksi baru HIV sebesar 90% dibandingkan infeksi baru tahun 2010, menurunkan kematian terkait AIDS, dan menghapuskan stigma serta diskriminasi terhadap orang dengan HIV,” jelas Dr. Erwin

Dikatakannya, upaya penemuan kasus HIV terus ditingkatkan dengan melibatkan peran serta masyarakat, yaitu melalui kegiatan penjangkauan yang dilakukan LSM. Selain itu Program HIV menetapkan sasaran pemintaan tes HIV pada Ibu Hamil, pasien TBC, pasien IMS, pasien dengan gejala penurunan kekebalan dan warga binaan pemasyarakatan.

“Dari hasil pemeriksaan HIV yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur telah ditemukan 6.145 Pasien HIV baru sampai dengan bulan Oktober tahun 2022 dan kasus kumulatif sebanyak 84.959 kasus. Dari kasus yang ditemukan tersebut sebanyak 23.230 pasien yang saat ini mendapatkan terapi ARV. Masih terdapat kesenjangan antara jumlah kasus yang ditemukan dengan jumlah kasus yang diterapi ARV. Hal ini karena banyak pasien yang telah meninggal maupun putus berobat,” ujarnya.

Menurutnya, untuk meningkatkan akses terapi ARV pada ODHIV (Orang dengan HIV), Pemprov Jatim telah meningkatkan unit layanan testing HIV di puskesmas dan RS se-Jatim, yaitu dari 1.178 unit layanan di tahun 2021 menjadi 1.380 unit layanan di tahun 2022. Selain itu juga telah meningkatkan jumlah layanan terapi ARV, dari 380 unit layanan di tahun 2021 menjadi 420 layanan hingga September 2022.

Selain upaya peningkatan akses tes dan pengobatan HIV, Pemprov Jatim juga melakukan beberapa upaya penanggulangan HIV AIDS, di antaranya :

1. Melakukan penemuan sedini mungkin dengan mengadakan mobile clinic pada populasi kunci dan ibu hamil.

2. Melakukan penjangkauan pada populasi kunci (LSL (Laki-laki Seks Laki-laki), Waria, PSK, dan Penasun) dalam upaya pencegahan penularan HIV termasuk penjangkauan bagi pasien LFU

3. Melakukan skrining HIV pada ibu hamil, pasien TBC,  pasien IMS dan populasi kunci (LSL (Laki-laki Seks Laki-laki), Waria, WPS, dan Penasun).

4. Melaksanakan Notifikasi Pasangan kepada orang yang memiliki kontak secara langsung dan memiliki risiko untuk tertular HIV dan IMS dari orang yang sudah terdiagnosis HIV dan IMS.

5. Melakukan pemeriksaan EID pada bayi yang lahir dari ibu HIV, pemeriksaan Viral Load pada ODHA yang telah melakukan pengobatan (On ART) selama 6 bulan, 12 bulan, dan setiap 12 bulan untuk mengevaluasi kerhasilan pengobatan pada ODHA.

6. Melakukan pemenuhan logistik yang berkaitan dengan HIV (reagent tes HIV, reagen Viral Load, reagen IMS, obat ARV, obat Infeksi Oportunistik, dan bahan habis pakai yang digunakan dalam pemeriksaan HIV)

7. Menambah sarana pemeriksaan Viral Load dan penggunaan bersama mesin TCM HIV dan TBC untuk mengukur keberhasilan pengobatan ARV

8. Melakukan kegiatan Promosi Kesehatan HIV dan IMS melalui media massa, media cetak dan media sosial

9. Mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor, lintas program, stakeholder terkait, dan pelibatan komunitas LSM dan masyarakat dalam upaya layanan komprehensif berkesinambungan dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif penanggulangan HIV.

10. Melaksanakan upaya preventive dengan melakukan pemberian PrEP (Pre Exposure Prophilaxis) dan PEP (Post Exposure Prophylaxis), kondom, lubrikan dan juga jarum suntik untuk pencegahan prapajanan

Dikatakan Erwin, mengakhiri AIDS di Indonesia tahun 2030 adalah tugas semua pihak, yaitu seluruh jajaran pemerintah, pemerintah daerah kalangan swasta, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas. Diharapkan Masyarakat di Jawa Timur khususnya dapat :

1. Turut serta melakukan edukasi program HIV AIDS kepada keluarga, saudara, tetangga dan masyarakat lainnya

2. Memberi dukungan fisik, psikis dan sosial kepada keluarga, saudara, tetangga dan masyarakat yang menderita HIV agar patuh minum obat ARV

3. Tidak melakukan stigma dan diskriminasi

“Marilah momentum ini kita gunakan untuk menggerakkan seluruh masyarakat agar menyukseskan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS di Indonesia serta kita tingkatkan komunikasi, koordinasi, kolaborasi, integrasi dan sinergi dalam mecapai Ending AIDS tahun 2030,” pungkas Dr. Erwin

 

Tinggalkan Balasan