Isu Jual Beli Kios Pasar 17 Agustus Terbantahkan 

20221123 192931 0000
Foto: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, Achmad Sjaifuddin

PAMEKASAN, Detikzone.net- Beredarnya isu miring mengenai adanya jual beli kios di pasar 17 Agustus yang menyeret nama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Timur akhirnya terbantahkan. Kamis, 1 Desember 2022.

Inisial MS, salah satu pedagang asal Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan
menerangkan bahwa Kios di pasar tradisional 17 Agustus tersebut disediakan Disperindag dan pedagang hanya cukup membayar karcis kepada petugas pasar.

“Kalau kios itu dikasih oleh Disperindag, hanya bayar karcis saja. Kalau tidak salah dalam aturannya, kalau lima bulan kios tersebut tidak ditempati atau tidak jualan maka Disperindag berhak mengalihkan kepada orang lain,” terang MS, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, terjadinya praktek jual beli kios itu diduga dilakukan oleh oknum pedagang sendiri lantaran kios yang ditempati tersebut dianggapnya sebagai hak milik.

“Disperindag tidak ikut campur itu, karena orang yang menjual itu tidak melapor ke disperindag. Faktanya di lapangan, orang yang jual kios itu tidak melapor ke kepala pasar atau ke Disperindag,” tuturnya.

Kendati saat ini dirinya masih belum mendapatkan kios, namun dirinya akan sabar menunggu hingga ada pembangunan lagi.

“Kemarin saya sudah diminta data KTP oleh petugas, sudah resmi. Harapannya nanti kalau ada pembangunan lagi saya bisa dapat,” tandasnya.

Sementara, pedagang yang menempati kios milik Pemkab berinisial TS menambahkan, kios yang ditempatinya hanya hak pakai.

“Ini hanya hak pakai saja mas tidak untuk diperjual belikan karena milik Pemkab,” ujar inisial TS.

Kemudian, konfirmasi berlanjut ke pemilik kios yang lain berinisial DT yang menyebut kios yang ditempatinya bukanlah milik pribadinya.

“Status kios ini bukan hak milik mas, dan Disperindag melarang untuk dijual,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifuddin melalui kepala Bidang Pengelolaan Pasar Agus Wijaya membantah adanya jual beli kios di pasar 17 agustus.  Karena kios yang ada hanya sebatas hak pakai, bukan hak milik yang tidak dirupiahkan.

“Hanya hak milik saja, tidak diperjual belikan. Pejabat maupun staf tidak ada yang memperjual belikan. Kalau memang ada silahkan tunjukkan buktinya,” tandas Agus.

 

Tinggalkan Balasan