Monitoring Pupuk Subsidi, KP3 Sumenep Kunjungi Distributor dan Kios di 15 Kecamatan

IMG 20221125 230040
Foto: Giat Monitoring penyaluran Pupuk Subsidi oleh Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Sumenep

SUMENEPDetikzone.net- Satuan Tugas Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang meliputi Kejaksaan, Kepolisian, Perekonomian, Perindag dan Pertanian sukses menggelar monitoring penyaluran pupuk bersubsidi ke sejumlah distributor dan kios yang tersebar di 15 Kecamatan Wilayah Kabupaten Sumenep. Jumat, 25/11/2022.

Satuan Tugas Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Sumenep melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Arif Firmanto mengatakan, giat monitoring tersebut terjadwal tertanggal 15 November 2022 hingga 18 November 2022 dan berlanjut pada hari selasa, 22 November hingga hari Jumat 25 November 2022.

“Giat tersebut dimulai hari Selasa tanggal 15 November di Kecamatan Kota Sumenep, kemudian berlanjut pada hari Rabu, 16 November di Batuputih dan Batang-batang serta Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Ambunten pada keesokan harinya,” kata Arif Firmanto.

Kemudian pada hari Selasa, 22 November 2022, giat monitoring tersebut menyasar di Kecamatan Batuan dan Saronggi.

“Hari Rabu dan Kamis menyasar ke Kecamatan Gapura, Dungkek, Manding dan Dasuk. Hari ini, Jumat, 25 November adalah giat monitoring terakhir di Kecamatan Bluto dan Lenteng,” ungkapnya.

Arif Firmanto menegaskan, kegiatan KP3 tersebut sebagi wujud pengawasan guna memastikan stok Pupuk bersubsidi yang ada diberbagai Distributor dan kios.

“Tim monitoring juga memberikan penjelasan terkait pupuk yang nantinya akan disalurkan kepada petani,” tegasnya

Dalam giat tersebut, sambung Arif, Pupuk yang paling banyak dibutuhkan adalah NPK Ponska, dan Urea.

“Tapi karena alokasi yang diberikan pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur tidak sesuai dengan jumlah RDKK yang diajukan, maka petani hanya mendapatkan dibawah kebutuhan/tidak sesuai RDKK untuk pupuk jenis tersebut,” sambungnya.

Oleh Sebab itu, Arif Firmanto meminta agar petani tidak hanya bergantung dengan jenis pupuk tersebut.

“Kedepan kami akan mengupayakan petani agar tidak kesulitan lagi mendapat pasokan pupuk. Kendati demikian, semuanya bergantung pada suplier sebagai penyalur pupuk dari pusat melalui provinsi,” tukasnya.

“Dan ini karena musim tanam kedua yang berbarengan saja. Jadi distribusi yang agak sedikit lamban dan antrian yang terlalu banyak. Hal ini bukan hanya terjadi di Sumenep, tapi seluruh indonesia mengalami hal serupa,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan