Melalui DKPP Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Siapkan Bantuan Benih dan Pupuk Gratis

20221126 010311 0000 1

SUMENEP, Detikzone.net — Demi memantabkan sektor pertanian dan menunjukkan kepedulian terhadap Petani di Kabupaten Sumenep,  Bupati Achmad Fauzi, S.H., M.H melalui Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) akan kembali menyalurkan bantuan Pupuk Gratis dan bibit pertanian. Jumat, 25/11/2022.

“Bantuan tersebut adalah wujud komitmen Pemerintah Daerah terhadap petani untuk  meningkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sumenep,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, S.T.P., M.Si

Menurutnya, penyaluran bantuan pupuk tahap Pertama akan dilakukan di 5 (Lima) Kecamatan.

“Lima Kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Arjasa, Kecamatan Batang-Batang, Pragaan, Lenteng dan Kecamatan Sapeken,” tutur Arif Firmanto.

Baca Juga : Gelar Monitoring Ketersediaan Pupuk, DKPP Sumenep Sasar 3 Gudang Penyanggah

Jumlah total bantuan pupuk yang akan diberikan, kata Arif, yakni 47 Ton.

“Tentunya, bantuan tersebut akan diberikan kepada sejumlah petani yang kelompok taninya sudah terdatabase di Simluhtan. Terjadwal dimulai akhir bulan November ini, ” kata pria pengagum Jenderal Sudirman ini.

Baca JugaMonitoring Pupuk Subsidi, KP3 Sumenep Kunjungi Distributor dan Kios di 15 Kecamatan

Lebih lanjut Kepala Dinas  yang baru saja mendapat Penghargaan Gubernur Jatim ini menambahkan, bantuan pupuk gratis tersebut bersumber dari APBD II Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2022.

“Hal ini merupakan komitmen Bupati Sumenep guna meningkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Sumenep dan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan semangat Gotong Royong, “ imbuhnya.

Kadis menghimbau, untuk pengembangan dan budidaya tanaman pangan para petani diharapkan menggunakan pupuk gratis tersebut nantinya dengan sebaik baiknya.

“Karena penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat membuat tanah mengeras dan kehilangan porositasnya, dikarenakan penggunaan pupuk meningkatkan kadar asam dalam tanah,” imbaunya.

Baca JugaInovatif, DKPP Sumenep Adakan Sosialisasi Sistem E-Alokasi Pupuk Bersubsidi

Disisi lain, Kadis Arif Firmanto menekankan, untuk mengantisipasi keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi, para petani diharapkan lebih kreatif dan mandiri dengan pembuatan pupuk organik cair dan non cair atau dengan penggunaan biosaka.

“Karena itu adalah teknik terbaru yang murah dan bisa dibuat secara mandiri,” ungkapnya.

Sebab, terang Arif Firmanto, penggunaan pupuk organik harus digalakkan untuk keberlanjutan pertanian, khususnya untuk ketahanan pangan.

“Karena selain menjaga kesuburan tanah, manfaat lain dari pupuk organik biosaka adalah untuk menjaga kualitas tanaman, sekaligus menurunkan biaya produksi,” terangnya.

Pihaknya berharap, pembuatan pupuk organik tersebut dapat diterima seluruh petani.

“Demi kebaikan pertanian jangka panjang, mudah-mudahan imbauan ini bisa diterima oleh semua petani di Kabupaten Sumenep,” harapnya.

Tinggalkan Balasan