TP-PKK Kabupaten Sumenep Hadiri Internalisasi Pengasuhan Balita

20221120 131154 0000

Sumenep, Detikzone.net- Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, bersama Wakil Ketua II TP. PKK Kabupaten Sumenep Chosnol Chotimah hadiri kegiatan Internalisasi pengasuhan Balita.

Kegiatan tersebut dalam rangka penurunan stunting kepada masyarakat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bereancana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep. Sabtu (19/11/2022)

20221120 131339 0000

Kegiatan juga turut dihadiri Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep Agus Mulyono, Pengurus TP. PKK Kabupaten, Duta Generasi Remaja (GenRe) Sumenep 2022 bersama para peserta.

Pada Kesempatan Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi menyampaikan tentang kebijakan-kebijakan yang sudah diambil oleh Pemerintah diantaranya melalui dikeluarkannya  Perpres Nomor 72 tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Peraturan ini adalah sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024,” kata Nia Kurnia Fuzi.

Selain menjelaskan tentang Perpres No 72 Tahun 2021 tentang pelaksanaan aksi konferegensi percepatan penurunan stunting, Istri Bupati juga menuturkan pola asuh seribu Hari Pertama Kelahiran (HPK) 0-59 bulan, diantaranya dengan memberikan asi secara eksklusif.

“Kemudian memastikan sterilisasi saat pemberian Asi kepada balita, diberikan makanan yang bergizi 4 sehat 5 sempurna, dan yang paling penting pada saat menyusui orang tua jangan sambil main gadget karena radiasi yang ditimbulkan akan berdampak pada kualitas kecerdasan balita,” kata Nia Kurnia Fauzi.

Selain berdampak terhadap kecerdasan balita, efek penggunaan gadget saat menyusui juga bisa berpengaruh terhadap kasih sayang yang di berikan oleh orang tua kepada anak, sebab anak akan merasakan kurangnya kasih sayang yang diberikan kepada balita saat menyusui apabila orang tua menggunakan gadget.

“Menyusui seharusnya menjadi momen penting ibu dan bayi, sehingga ikatan emosional keduanya menjadi lebih kuat. Namun bila orang sibuk dengan gadget nya maka perhatian bayi juga akan teralihkan kepada gadget yang di mainkan orang tuanya,” tambahnya.

Oleh Sebab itu, Nia mengungkapkan pentingnya peran orang tua memahami pola asuh balita dengan baik dan benar, untuk menunjang kecerdasan dan kemampuan balita dalam menangkap respon yang diberikan orang tua.

“Hal tersebut juga menjadi indikator penting dalam menekan angka stunting di Kota Keris ini, ungkapnya.

Nia Kurnia Fauzi mengeaskan, mayoritas penyebab tingginya angka stunting karena kurang efektifnya pola asuh yang di berikan oleh orang tua.

“Kita berharap dengan diberikannya pemahaman terhadap orang tua tentang pentingnya pola asuh yang baik dan benar tersebut bisa menekan angka stunting khususnya di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan