Tiga Pejabat Pemkab Barito Kuala Rp 15 M, Sidang Perdata Kades Endang Bakal Seru

20221117 094105 0000

Marabahan, Detikzone.net-Memasuki sidang yang ketiga antara penggugat dan tergugat yakni antara Kades (pembakal) Kolam Kanan, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan yang bernama Endang Sudrajad yang akrab di panggil Endang.

Diketahui, Penggugat telah memberikan kuasa hukumnya kepada Kantor Advokad BORNEO NUSANTARA yang tidak asing lagi di Kalsel dan dinahkodai oleh Dr.M.Fazri,SH.MH / Rekan yang beralamat Jalan HKSN, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota madya Banjarmasin.

Fazri, selaku direktur dari Kantor advokat Borneo Nusantara yang sudah tidak asing lagi dikalangan wartawan, karena setiap kali sidang beliau selalu mengundang insan media untuk transparansi dan menggelar jumpa pers.

Ia pun berterima kasih sekali kepada awak media.

“Saya merasa bisa seperti ini karena teman-teman dari media tanpa  diekspose oleh reka rekan media ibarat sayur kurang garam,” katanya.

Dihadapan awak media ia menjelaskan, Sidang yang ketiga ini dimediatori oleh Bu Hakim Made, namun  menemui jalan buntu karena tidak membuah kesepakatan damai dari kedua belah pihak.

“Untuk itu, sidang berikutnya akan berlanjut pada materi sidangnya, apalagi klien kami Endang selaku Kades Kolam Kanan ini telah merasa dirugikan, baik berupa materil maupun Inmateril,” jelasnya.

Untuk tuntutan tersebut, lanjut dia, karena ini perdata, maka akan memperjuangkan apa yang menjadi  hak-hak dari klien kami yang telah dirugikan selama ini sejumlah Rp 15 Milyar (Lima belas milyar rupiah) oleh ketiga pejabat daerah ini yang bernama 1.Suyud staf ahli Bupati 2 Ismed Zulpikar kepala inspektorat 3 M.Azis kadis PMD (Pemberdayaan masyarakat Desa semuanya berada dilingkup Pemerintah Kabupaten Barito Kuala,” ungkapnya.

Sebagaimana yang telah diekspose oleh media ini sebelumnya, bahwa kasus seperti ini merupakan sejarah baru di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan mungkin juga di NKRI tercinta ini.

Sementara M. Suhada, selaku ketua BPD Kolam Konan wanaraya Barito kuala menuturkan, “Meskipun demikian jabatan seorang kades (pembakal) saat ini adalah Primadona sebuah jabatan politis karena dipilih langsung oleh Rakyat seperti halnya jabatan Bupati ,Gubernur dan presiden dan tidak mudah untuk memberhentikannya,” tuturnya

Apalagi, sambung dia, Kades Endang sudah kenyang dengan asinnya garam dan pernah didemo oleh pendemo bayaran dan juga pernah dikirimi surat mosi tidak percaya padanya yang diteken sebanyak 56 orang.

“Karena suratnya dari awal tidak benar dan terbukti sampai saat berita ini diekspos, puluhan warga di desanya dan Hansip Linmas bahkan ketua BPD nya yang bernama Muhammad Suhada tetap mengakui bahwa kades kami pak Endang tetap menjadi suri teladan dan orang hebat di desa kami Kolam Kanan,” bebernya.

IMG 20221117 094240
Foto: baju putih, M.Suhada, ketua BPD Kolam Konan Wanaraya, Barito kuala

Bahkan kata dia, beliau adalah tokoh panutan.

“Karena kamilah yang merasakan langsung beliau telah meletakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Maklumi saja jika ada yang ingin menggembosi, sehingga sampai kejadian seperti ini adalah karena adanya calon pesaingnya ketika mencalonkann kalah suara dengan Kades Endang tapi sampai sat ini masih tak tergoyahkan,”  tambah Muhamad Suhada ketika diminta konfirmasinya tentang hal ini di pengadilan negri Marabahan kemarin, Rabu 16/11/22 dengan didampingi warga lainnya pada awak media ini.

Sementara itu, ditempat yang sama, di lingkungan Pengadilan Negri Marabahan, saat awak media ini mau konfirmasi kepada ketiga orang pejabat tersebut terkesan menghindar dan enggan memberikan konfirmasi.

Tinggalkan Balasan