Bupati Pamekasan Lantik Enam Pejabat

jpg 20221116 103208 0000 e1668569707478

Pamekasan, Detikzone.net- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam melantik dan mengambil sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, dan jabatan pengawas  di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati, Selasa (15/11/2022) siang.

Pejabat yang dilantik itu masing-masing Ir. Totok Hartono, M,A. sebagai Staf Ahli Bupati Pamekasan Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan. H. Mohammad Alwi, S.Sos, M.Si sebagai Staf Ahli Bupati Pamekasan Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Akmalul Firdaus, S.Sos sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan.

Selain itu, Agus Subiyanto, S.Kom, MM sebagai Kepala Bidang Kearsipan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan, Mursafi Mulyono, SE sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan terakhir Farida Evi Agustini sebagai Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Saya secara pribadi menyampaikan selamat dan sukses atas posisi baru pak Totok, pak Alwi dan seluruh yang lain. Mudah-mudahan di tempat baru ini semangatnya semakin bagus, etos dan komitmennya juga semakin bagus” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengawali sambutannya.

Bupati menegaskan, posisi atau jabatan hanya sebagai alat pengabdian untuk kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu, hal yang paling penting dalam melaksanakan tugas pemerintahan adalah kontribusi atas kemajuan tersebut.

“Kalau komitmen dan sumbangsih itu ada di kita semua, insyaallah kita akan dikenang oleh kehidupan. Makanya, sejauh mana kontribusi kita kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Menurutnya, aparatur sipil negara memiliki kehormatan tersendiri di tengah-tengah masyarakat, apalagi menjadi seorang pejabat. Karena semuanya telah dijamin oleh negara dengan gaji dan tunjangan yang diterimanya setiap bulan.

“Tinggal kita bertanya kepada nurani kita, kontribusi apakah yang telah kita berikan kepada bangsa dan negara. Bahkan, sebelumnya staf menjadi kabid misalnya, itu bagian dari peta jalan hidup kita untuk berkontribusi maksimal,” tuturnya.

Ia memastikan bahwa tidak ada jual beli jabatan selama kepemimpinannya. Hal itu sebagai wujud implementasi reformasi birokrasi yang menjadi salah satu program prioritas, Selain, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur.

“Terimakasih kepada semuanya atas komitmennya. Oleh karena itu, ayo kita kolaborasi, karena mati itu kapan saja, karena mati kapan saja, maka di hati kita jangan diisi jabatan, tetapi isi Allah. Kalau isinya jabatan, ketika tidak menempati posisi itu, ya akan gelisah,” pungkasnya

 

Tinggalkan Balasan