4 Kecamatan Miliki Potensi Pengembangan Eko Wisata Premium, Ini Kata Fattah Jasin

jpg 20221112 141634 0000

Pamekasan, Detikzone.net- Wakil Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Dr. Ir. RB. H. Fattah Jasin, Ms, akan melihat minat masyarakat tentang pengembangan eko wisata premium di kawasan pemurnian sapi Madura.

Hal itu disampaikan Wabup Pamekasan dalam acara workshop pentahelix networking membangun destinasi wisata lokal berdaya saing global bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Front One Hotel Pamekasan.

“Kita melihat minat masyarakat, dan potensi, kalau kita bicara eko wisata, bisa wisata buatan atau juga minat khusus yang nanti harus dikemas sedemikian rupa dengan banyak melibatkan masyarakat,” katanya usai acara. Kamis (10/11/2022).

Menurutnya, kebijakan pengembangan pariwisata harus mengacu kepada rencana induk pariwisata nasional, provinsi, dan rencana induk pariwisata kabupaten. Sebab, hal itu berkaitan juga dengan ketersediaan anggaran.

“Sangat memungkinkan kalau di Pamekasan ini (membangun eko wisata), karena komplit, kita punya wilayah tinggi, daratan, dan kita punya wilayah pantai,” tuturnya.

Pihaknya akan menginventarisir wilayah yang layak untuk dikembangkan menjadi eko wisata dengan potensi yang ada. Sebab, tidak mungkin semua wilayah yang memiliki potensi wisata dibangun secara bersamaan lantaran anggaran yang tidak memungkinkan.

“Jadi, harus diurut, kira kira yang memiliki potensi paling besar dimana, dilihat dari akses jalannya, potensi pengembangan UMKMnya, sovenir, makanan, dan lain-lain, itu kan jadi satu kesatuan,” tandasnya.

Jika mengacu kepada pengembangan eko wisata premium di kawasan pemurnian sapi Madura, terdapat empat kecamatan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Yakni, Kecamatan Pakong, Pasean, Waru, dan Kecamatan Batumarmar.

“Di situ, tempat populasi sapi yang masuk dalam kategori premium yang memungkinkan untuk kita awali pelaksanaan di empat wilayah itu. Jadi, pak bupati sekarang sedang mendorong, baik dari DD ataupun ADD untuk memaksimalkan desa cermat yang di dalamnya ada temanya,” ungkapnya.

Wabup menegaskan, salah satu upaya pemerintah kabupaten (pemkab) dalam meningkatkan populasi sapi dengan menggelar konten sapi Madura, serta program inseminasi buatan yang integratif melalui tim bunting serentak (tim buser) oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan.

“Jadi, karena tenaganya terbatas, maka masyarakat mengumpulkan sapi di satu tempat, tidak harus datang ke rumah-rumah. Ini masuk andalan, mudah-mudahan masuk andalan di Jawa Timur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan