Laporan Pabrik Es di Bengkayang Dipertanyakan 

20221111 132049 0000

BENGKAYANG, Detikzone.net-

Diduga Mangkrak dan Mar Up Harga dan adanya indikasi KKN, baik dari pengadaan tanah, pengadaan tenaga listrik dan pembangunan Pabrik ES yang menelan anggaran Miliyaran Rupiah.

Pengurus dan anggota Komite Penegakan Pro justitia Kabupaten Bengkayang pada hari Senin 7/11/22, mendatangi Kepolisian daerah Kalimantan Barat.

Investigator PBH Lidik Krimsus RI mensuport teman teman Lembaga yang masih konsen mendorong Jajaran Polda Kalbar Untuk Membuka tabir, agar kasus Proyek Pembangunan Pabrik Es segera dituntaskan oleh Polda Kalbar, agar tidak ada fitnah dan sakwa sangka di kalangan masyarakat.

Syafarahman selanjutnya mengatakan “Saatnya Polda Kalbar mengembalikan kepercayaan masyarakat Kalimantan Barat terhadap institusi Polri yang saat ini lagi sedang dalam kondisi tidak baik baik saja.

Seperti dilansir Reaktifnews.com bahwa teman teman LSM Kali ini kedatangan mereka berdasarkan keterangan John Wahyudi salah satu Pengurus KPPJ Kabupaten Bengkayang untuk ke 2 kalinya terkait tindak lanjut Laporan yang pernah di laporkan oleh salah satu LSM di kabupaten Bengkayang .

“Kami kembali mempertanyakan laporan tersebut mengingat sampai saat ini Pabrik es yang di bangun pada tahun 2014 di Kecamatan Sungai Raya tidak berfungsi , padahal anggaran yang di gelontorkan Dana APBN TA 2014 untuk pembangunan Pabrik es tersebut cukup fantastis yakni senilai Rp. 2.204.783.000 yang dilaksanakan oleh CV.Avinda melalui Satker Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkayang selanjutnya dikarenakan perencanaan yang asal proyek, pabrik es tidak dapat berfungsi karena daya listrik yang tidak mencukupi, kemudian melalui Satker Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dilakukan tender Peningkatan Gardu dan Pasang Baru KWH meter Pabrik es Desa Sungai Raya senilai Rp. 460.000.000,- dengan sumber dana APBD tahun Anggaran 2015 yang dilaksanakan oleh Biro Instalasi Denai,” ujar John Wahyudi.

Menurut beberapa sumber belum lagi terhadap pengadaan Tanah proyek tersebut diduga terjadi kongkalikong yang berpotensi merugikan keuangan Negara.

Bahwa laporan yang pernah di lakukan sebelumnya terhadap proyek ini secara garis besar mulai dari dugaaan tipikor berkaitan Pengadaan tanah, Pembangaunan Mesin Pabrik yang tidak sesuai standard dan Mark Up Peningkatan Gardu. Yang akibat dari itu semua Pabrik Es tidak berfungsi secara maksimal dan masih tetap memenuhi kebutuhan es mengharapkan suplai Kota Singkawang.

“Kita berharap Polda Kalbar dan juga kita telah meminta Supervisi Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk menggelar ulang laporan salah satu LSM tersbut pada 19 Februari 2016 pada Polda Kalimantan Barat dengan memeriksa kembali PPK, PPTK dan PA pada Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkayang tahun 2014, 2015 serta kontraktor pelaksananya CV. Avinda dan Biro Instaslasi Denai,” jelasnya.

John Wahyudi menegaskan akan terus memantau perkembangan laporan.

“Apabila dalam 1 bulan ini tidak ada tindak lanjut, maka KPPJ Kabupaten Bengkayang akan melakukan Pelaporan Ulang ke kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan