Dana PAK untuk Publikasi Dinilai Ganjil, Sejumlah Wartawan Pamekasan Audiensi ke DPRD

20221110 214556 0000

PAMEKASAN, Detikzone.net- Sejumlah  Wartawan menggelar audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan terkait dugaan ketidakberesan anggaran Dana Publikasi yang bersumber dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD). Kamis (11/11/2022), pagi.

Audensi tersebut digelar di ruang Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.  Kamis(11/11/2022)

Sujak Lukman selaku Koordinator perwakilan dari wartawan mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan Badan anggaran (BANGGAR) Legislatif maupun Eksekutif Kabupaten Pamekasan yang dinilai ganjil.

Bahkan ia menyebut, terkait dana PAK untuk publikasi dan anggaran publikasi tahap ketiga dan keempat Tahun 2022 sudah banyak merugikan wartawan.

“Harusnya pihak Eksekutif dan Legislatif mempertimbangkan soal anggaran publikasi ini. Bukan malah main potong dan mengatakan devisit anggaran,” ungkapnya.

Dugaan ketidak beresan tersebut, kata Sujak harus dipertimbangkan kembali, supaya tidak mencederai banyak pihak.

“Kalau kami sudah teken kontrak dengan perusahaan lalu sudah cetak, lantas anggarannya tidak ada. Lalu siapa yang harus bertanggungjawab. Bagaimana nasib kami kepada perusahaan,” katanya.

Sujak menegaskan, audiensi tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendorong percepatan penyaluran dana Perubahan anggaran  Keuangan (PAK) di Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ali Masykur selaku ketua Komisi I DPRD Pamekasan berjanji akan menyampaikan persoalan ini ke pihak BANGGAR Legislatif.

Kendati demikian, dirinya berdalih tidak tahu menahu soal anggaran Dana Publikasi.

“Itu menjadi urusan pihak Legislatif. Kami hanya menerima gelondongan dari Dinas,” dalihnya.

Disinggung terkait dana PAK yang saat ini banyak anggaran yang dipangkas dan tidak terserap, Ali Maskur menyebut Sekda.

“Anggarannya ini sudah Sekda yang mengatur karena Sekda memiliki kewajiban agar tidak terjadi defisit anggaran. Sebelum sebelumnya diajukan ke banggar DPRD, ada tim Banggar dan ada timnya itu dari DPRD Kabupaten Pamekasan,” ungkapnya

Dalam penyampaiannya, Ia pun tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan Sekda,  akan tetapi, anggaran tersebut agar tetap sehat dan tidak defisit .

Ali Maskur menambahkan, Dana anggaran APBD pada saat ini memang menurun sekitar 200 sampai 250 Miliar dana transfer umum dari APBN ke APBD itu berkurang dan itupun mungkin dari beberapa faktor.

“Mungkin defisit itu karena faktor covid 19 atau ada faktor yang lainnya,” tambahnya.

Dari apa yang disampaikan oleh beberapa awak media terkait masalah anggaran belanja publikasi pada saat ini, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti dan akan melakukan pembahasan kembali.

“Termasuk dengan tim anggaran dan Banggar agar supaya betul-betul memperhatikan kemitraan dengan media yang menjadi mitra baik Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Insya Allah akan kami perjuangkan,” pungkas Ali masykur .

Sekedar diketahui, bahwa sebelumnya, Diskominfo Kabupaten Pamekasan sudah mengajukan 2 Miliar untuk yang diajukan Tahun 2022. Akan tetapi yang disetujui oleh pihak DPRD hanya Rp100 juta.

“Waktu itu, kami sudah pernah mengajukan dana publikasi sebesar Rp 2 Milliar. Namun nyatanya disetujui Rp 100 juta. Itupun dengan pihak Keuangan diminta untuk dicukupkan ke anggaran belanja,” tandas Kabid IKP Diskominfo Pamekasan, Arif Rahmansyah kepada awak media.

Tinggalkan Balasan