Pengadilan Tinggi Surabaya Ketok Palu, 7 Bulan Penjara Menanti Kades Aeng Tongtong

20221105 202918 0000
Foto: Ach. Supyadi, S.H., M.H saat menggelar Press release di kantornya. (Foto: Detikzone)

SUMENEP, Detikzone.net- Selama hampir tiga tahun lamanya, kasus dugaan tindak pidana memfitnah yang dilakukan Kepala Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Hadi Sudirfan terhadap mantan perangkat desa Hendrik Jatmiko W sudah mendapat kepastian. Sabtu, 05/11/2022.

Bahkan, Pengadilan Tinggi Surabaya sudah mengetok Palu terhadap putusan banding terdakwa, Kades Aeng Tongtong, Hadi Sudirfan, S.Pd.I dan dimenangkan mantan perangkat desa selaku pelapor, Hendrik Jatmiko.

Hal itu dikatakan secara detail oleh kuasa hukum Ach Supyadi SH, MH saat menggelar press release bersama sejumlah awak media di kantornya, Sabtu, 05/11.

“Dulunya klien kami adalah perangkat desa dan diberhentikan semena-mena oleh Kades Hadi Sudirfan bahkan diduga difitnah hingga akhirnya hal itu dilaporkan ke Polres Sumenep dengan pasal 310 dan 311. Kemudian laporan tersebut bergulir sampai kemudian pada tahap persidangan dan hanya terbukti pada putusan pengadilan Negeri Sumenep dengan pasal 311 KUHP yaitu dengan ancaman hukuman 4 tahun,” ulasnya.

Namun kata Supyadi, Pengadilan Negeri Sumenep hanya memutus 7 bulan yang sebelumnya dituntut oleh kejaksaan Negeri Sumenep 1 tahun kurungan penjara pada
hari Selasa 16/8 .

“Atas putusan tersebut, terdakwa Hadi Sudirfan mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Surabaya. Dan terhadap banding tersebut, Alhamduillah sudah diputus pada hari Kamis 20/10, dengan menguatkan putusan dari Pengadilan Sumenep yakni 7 bulan kurungan penjara,” katanya

Kendati demikian, putusan tersebut masih belum ada pemberitahuan tehadap terdakwa maupun kejaksaan Sumenep sebagai penuntut umum.

“InsyaAllah sehari dua hari ini akan ada pemberitahuan. Baik kepada terdakwa maupun kepada kejaksaan Negeri Sumenep,” ungkap Pengacara kelahiran bumi Raas ini.

Ia menuturkan, pihaknya mengetahui semua dari sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Sumenep .

“Jadi dengan putusna yang menguatkan tersebut, Kades Aengtongtong, Jadi Sudirfan ini tetap divonis dengan putusan pengadilan Sumenep Selama 7 kurungan penjara.,”

Ach. Supyadi, S.H., M.H menegaskan, apabila terdakwa Hadi Sudirfan tidak terima dengan putusan tersebut, dirinya masih memiliki hak untuk melukam upaya Kasasi.

“Kalau mau melakukan upaya hukum, tentu harus tingkat kasasi ke Mahkamah Agung dan itu waktunya 14 hari sejak pemberitahuan itu diterima,” tegasnya

Terakhir, pengacara Single Fighter ini memberikan pesan moral sesuai dengan permintaan dari kliennya, agar semua Kepala Desa di Kabupaten Sumenep jangan seenak hati memberhentikan para perangkat desanya.

“Kasus ini memberikan pesan moral kepada semua kepala desa di Kabupaten Sumenep agar tidak semena-mena untuk memberhentikan perangkat desanya saat belum ada alasan yang dibenarkan oleh aturan karena resiko hukumnya tentu akan seperti ini,” tandasnya.

Hingga berita ini terbit, Kades Aengtongtong, Hadi sudirfan belum bisa dimintai tanggapannya dikarenakan nomor HP-nya tidak bisa dihubungi.

Tinggalkan Balasan