Warga Dungkek Resah Adanya Dugaan Pungli Pasang PJU, Kini yang Terpasang Padam Kembali

20221102 131610 0000 e1667369834207

SUMENEP, Detikzone.net- Warga di sekitar jalan raya Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur dibuat resah atas dugaan pungutan liar (pungli) terhadap permintaan perbaikan lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah mereka. Rabu, 02/11/2022.

Dugaan pungutan liar itu bermula saat salah seorang warga melaporkan kondisi PJU yang rusak kepada operator layanan PJU untuk segera diperbaiki.

Oknum petugas meminta biaya perbaikan sebesar Rp 250 ribu per satu tiang lampu yang sudah diperbaiki.

Warga inisial S menuturkan kepada Detikzone.net, selain meminta uang laporan terkait kerusakan PJU juga lambat, alasannya keterbatasan anggaran yang ada.

“Terkait pelayanannya juga sangat lemot, bahkan petugas pada saat itu mengatakan karena keterbatasannya anggaran,” ungkapnya.

Kendati pun didatangin, petugas meminta biaya perbaikan sebesar Rp250 ribu.

” Ye ketika laporan memang didatangin, tape terkait biaya kerusakan dibebankan pada warga sekitar, termasuk saya dimintai Rp 250 ribu dengan alasan uang ganti bohlam lampu dan travo yang rusak,” ujarnya, 02/11.

Ia menuturkan, dugaan pungli tersebut sudah berjalan setahun yang lalu.

“Hal ini belum pernah terjamah oleh pemberitaan karena masyarakat sangat awam dan tidak paham dengan aturan yang dilakukan oleh oknum Dishub Sumenep,” katanya.

Bahkan saat ini, lanjut dia. lampu yang sudah diperbaiki dengan melakukan pungutan liar tersebut sudah lama padam.

“Saat ini lampu PJU disini sudah banyak yang padam dan belum ada perbaikan kembali,” lanjutnya.

Inisial S juga menyebut terkait pelayanan petugas PJU diduga tebang pilih.

“Pasalnya saya pernah melihat petugas PJU hanya memperbaiki salah satu masjid Jamik yang ada di Dungkek dan masyarakat yang notabenenya adalah seorang pejabat tapi untuk PJU yang padam belum juga ada perbaikan lagi hingga sekarang,” terangnya.

Dirinya berharap kepada Dinas terkait agar PJU khususnya di jalan raya Dungkek segera diperhatikan.

“Kami berharap agar lampu penerangan jalan, khususnya di desa Dungkek agar bisa diperhatikan, karena khawatir akan memakan korban karena jalannya yang gelap tanpa adanya penerangan,” harapnya.

Walau bagaimanapun, Kepala Dinas yang saat ini menjabat harus mampu memberikan solusi.

“Kiranya Kadis yang saat ini menjabat bisa memberikan solusi dan jalan keluar atas keluhan masyarakat terkait PJU di desa Dungkek ini dan harus mempertanyakan pada oknum oknum yang melakukan pungutan liar yang terlibat langsung pada saat itu,” pintanya.

Sementara itu,  Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Sumenep melalui Kepala Dinas bahkan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Keselamatan Transportasi Dadang Dedy Iskandar belum bisa memberikan klarifikasi dikarenakan nomor HP yang dihubungi wartawan media ini tidak aktif.

Tinggalkan Balasan