Bupati Baddrut Tamam Sukses Hantarkan 17 Desa Berstatus Mandiri

20221102 215122 0000

PAMEKASAN, Detikzone.net- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam mampu mengangkat potensi desa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Program wirausaha baru (WUB) dengan strategi desa tematik yang digagas Bupati Baddrut Tamam memiliki dampak luar biasa untuk kemajuan desa. Hal itu terbukti setelah beberapa desa berubah status menjadi desa mandiri, tidak ada lagi desa tertinggi di Pamekasan.

“Atas komitmen dan kerja keras Bupati Pamekasan dalam mendorong percepatan pembangunan desa, sehingga seluruh desa di Kabupaten Pamekasan mencapai status desa berkembang, maju dan mandiri,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Fathorrohman, Rabu (2/11/2022).

Fathorrohman memerinci, dari jumlah total desa di Kabupaten Pamekasan, terdapat 17 desa berstatus mandiri, 64 desa maju, dan 94 desa sisanya berstatus berkembang. Artinya, dalam empat tahun kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam tidak ada lagi kabupaten tertinggal, apalagi sangat tertinggil di bumi Gerbang Salam tersebut.

Tujuh belas desa yang berstatus mandiri itu meliputi Desa Panempan, Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Desa Murtajih, Desa Pademawu Timur, Bunder, dan Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu. Desa Ponteh, Lembung, dan Desa Pagendingan, Kecamatan Galis. Desa Rekkerek, dan Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan.

Selain itu, desa yang berstatus mandiri adalah Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Desa Kertagenah Tengah, dan Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, dan terakhir Desa Waru Barat, Kecamatan Waru.

Menurutnya, capaian 17 desa berstatus mandiri itu melebihi target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) kabupaten yang hanya menargetkan 15 desa.

“Sehingga, upaya Pemkab Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah, merata, berkeadilan terwujud sesuai harapan,” bebernya.

Dirinya menegaskan, indikator 17 desa itu masuk kategori desa mandiri adalah indeks desa membangun (IDM) yang terdiri dari 3 komponen. Yakni IKE (Indek Ketahanan Ekonomi), IKS ( Indek Ketahanan Sosial) dan IKL ( Indek Ketahanan Lingkungan).

“Kami akan terus mendorong bagaimana desa itu bisa mengembangkan potensi desanya sebagai keinginan bapak bupati melalui program desa tematik. Potensi itu dikelola dengan baik menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” tutupnya.

 

 

Tinggalkan Balasan