Dugaan Ketidakberesan di BPR Batola, Kajari Diminta Usut Tuntas Dana Negara

20221031 091125 0000

Handil Bakti, Detikzone.net-Kisruh yang terjadi di Bank BPR BATOLA milik Pemkab Barito Kuala Kalimantan Selatan yang beralamat di Jalan Raya Handil Bakti mendapat sorotan. Senin, 31/11/2022.

Pasalnya, Direktur utama inisial BR diberhentikan tanpa pesangon dan tanpa Sertijab.

Bahkan, inisial BR, selaku Direktur utama diganti SR selaku Direktur operasional.

Kepada pewarta media ini, BR mengatakan, SR ini awalnya bekerja di Bank dan sudah berhenti di Martapura, saking percayanya BR, dirinya tidak melihat rekam jejaknya sebelum dibawa untuk bergabung dan ditunjuk langsung sebagai Direktur operasional yang pada akhirnya ternyata musuh dalam selimut.

“Saya dipecat tanpa pesangon dan tanpa adanya acara sertijab sebab akibat oleh adanya musuh dalam selimut air susu dibalas dengan air tuba oleh teman karib sendiri sehingga posisi jabatan saya sebagai Dirut langsung digantikan oleh oknum SR. Entah bumbu apa yang dimasukan ke Bupati dan Wakil Bupati Dua Noor ini sehingga saya sendiri yang diberhentikan secara tidak hormat,” ujar  mantan direktur utama Bank BPR yang berinisial BR.

Seharusnya, lanjut dia, oknum SR juga harus diberhentikan dan cari orang baru.

“Saya tahu persis ada peristiwa besar yang telah merugikan uang daerah bukan hanya berupa kredit- kredit. Dari pada saya sendiri yang diberhentikan sendirian, lebih baik saya bocorkan bahkan pengawas juga tidak berfungsi sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai mana mestinya,” terang dia kepada pewarta media ini di Handil Bakti Barito Kuala Kalimantan selatan.

20221031 083715 0000

Nara sumber lainnya mengatakan, masih banyak hal yang aneh lagi, termasuk ada dana kelompok tani sebesar Rp 40 juta yang tidak tahu raibnya.

“Anehnya lagi, ketika rapat dengan kelompok tani yang hadir itu hanya 20 orang peserta tapi yang dimasukan hampir 50 orang itukan ada dana uang saku untuk peserta, belum lagi pola merekrut karyawan mayoritas sistem titipan dari keluarga pejabat interen yang didalam saja bisa diinterview satu persatu,” ungkap salah satu karyawan Bank BPR BATOLA ini.

Bahkan kata dia melanjutkan,  uang tunjangan juga tidak sama seperti yang  dialaminya saat ini.

“Ironisnya, yang seharusnya menjadi hak saya  tidak diberikan kepada saya,” ungkapnya.

Sumber informasi yang ada di Bank BPR juga menyebut, Pembagian uang transportasi sesama karyawan didalam juga berbeda.

“Tapi beda dengan mobil dinas kepala. Kalau bukan jam kerja uang minyaknya juga ngambil dari kantor, kan aneh. Bukannya ingin memajukan Bank BPR BATOLA kalau seperti ini tapi sebaliknya memanfaatkan posisi selagi masih jadi orang penting di Bank milik daerah ini,” ulasnya.

Ia meminta kepada Kejari Batola untuk mengusut tuntas persoalan ini.

“Mohon pada pihak Kejari Barito Kuala segera diusut tuntas setuntas tuntasnya dari A sampai Z, karena diduga banyak yang kredit fiktif dan dana pupuk sebesar 40 juta itu tolong ditelusuri kekantong siapa mengalirnya,” bebernya.

Karena pada saat itu, sambung dia,
ada Karyawan Bank yang sempat melihati bahwa Eks Dirut membawa bingkisan dalam kantong plastik warna hitam (hirang) yakni uang sejumlah 40 juta diberikan oleh  eks Dirut inisial BR ke orang yang pakai mobil warna hitam.

“Pada saat itu, orang yang menerima tetap didalam mobil dan parkir dipinggir jalan seberang kantor menunggu eks direktur utama ini datang membawa uang tersebut dan mobilnya juga bewarna hitam,” beber karyawan Bank BPR Batola ini yang minta namanya dirahasiakan.

Hingga berita ini dipublis, Bupati Batola belum bisa dimintai keterangan, karena nomor celuler yang dihubungi sedang diluar jangkauan.

Tinggalkan Balasan