Piawai Mainkan Peran, Mafia Tambang Fosfat Diduga Sembunyikan Alat Berat Saat Disidak

IMG 20221029 095153

SUMENEP, Detikzone.net- Para mafia tambang ilegal fosfat terkesan piawai dalam memainkan peran lapangan saat aktivitasnya viral dan terus disorot. Sabtu, 29/10.

Bahkan, saat Tim inspeksi mendadak (Sidak) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur ke lokasi penambangan, aktivitas penambangan bahan baku ilegal yang merusak lingkungan tersebut mendadak sepi, anehnya lagi,  alat berat untuk mengeruk yakni Excavator Dump Trucks juga tidak ada dilokasi.

Tim Sidak Pemkab Sumenep hanya menemukan barang bukti ratusan karung yang siap diangkut dan dikirim.

“Tentu bocor duluan sebelum tim Pemkab ke lokasi,” ujar sumber informasi. 29/10

Selain itu, sumber informasi yang bisa dipertanggung jawabkan integritasnya ini menyebut saat sebelum Pemkab menggelar Sidak, alat berat Excavator Dump Trucks diduga
sengaja dipindah dan disembunyikan dari tempat penambangan yang tidak jauh dari lokasi.

“Diduga disembunyikan,” jelasnya.

Sebelumnya, pertambangan fosfat ilegal tersebut beroperasi setiap hari dan ditentang sejumlah masyarakat karena merusak lingkungan.

“Tadi sama Camat dan utusan Pemda sudah ke lokasi,” kata Kades Khairuddin kepada Detikzone.net.

Sementara, Kabag Perekonomian Setdakab Sumenep, Ernawan Utomo saat diwawancarai sejumlah awak media membenarkan bahwa tim Pemkab sudah melakukan sidak ke lokasi pertambangan.

“Benar, kita bersama tim turun langsung ke Lokasi penambangan. Dan saya pastikan aktivitas tersebut ilegal,” kata Ernawan kepada sejumlah awak media di Graha Pemkab, 28/10.

Pihaknya berjanji akan melaporkan aktivitas ilegal tersebut.

“Karena fungsi pemerintah Kabupaten hanya sekedar melaporkan. Untuk survey hari ini ada aktivitas penambangan atau tidak ada aktivitas penambangan kita akan tetap laporkan,” tegasnya.

Disinggung langkah strategis apa yang akan dilakukan, pihaknya mau berkordinasi dulu dengan Tim terpadu Penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI).

“Untuk selanjutnya kita akan mengerahkan tim PETI, yang melibatkan satpol PP dan Polisi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan