Penambangan Liar Fosfat di Desa Ellak Daya Berpotensi Rusak Lingkungan

IMG 20221026 181944

SUMENEP, Detikzone.net – Aktivitas penambang­an liar Fosfat di desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep semakin marak dan menyebabkan kerusak­an lingkungan.

Pantauan di lokasi penambangan, tampak beberapa pekerja sibuk mengisi fosfat ke dalam ratusan karung yang siap diangkut.

Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja yang namanya tidak mau dipublis mengatakan bahwa dirinya hanya seorang pekerja.

“Saya hanya pekerja pak, silahkan tanya ke itu,” ujar salah satu pekerja seraya menunjuk salah seorang yang duduk di depannya.

Kemudian, awak media melanjutkan konfirmasi kepada orang yang disebut bekerja sebagai pengawas.

“Saya juga hanya pekerja pak,” terangnya.

Ditanya lebih lanjut, pihaknya terkesan enggan memberi keterangan detail.

20221026 181815 0000

Sementara itu, salah satu warga lenteng berinisial B menyebutkan tambang fosfat berpotensi memberikan dampak kerusakan lingkungan.

“Penambangan fosfat di wilayah itu harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan sepengetahuan saya, aktivitas penambangan Bahan Baku Pupuk Urea itu tidak berizin dan sangat berpotensi merusak lingkungan,” terangnya.

Terpisah, Kades Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Khairuddin, dikonfirmasi terkait aktivitas penambangan mengaku tidak ada pemberitahuan ke desanya.

“Kemarin memang ada informasi dari masyarakat bahwa ada alat berat masuk namun tidak ada konfirmasi ke pihak desa, termasuk ke saya sendiri tidak ada,” ujar Kepala desa Ellak Daya, Khairuudin. Rabu, 26/10/2022.

Bahkan Kades Khairuddin menyebut aktivitas penambangan fosfat tersebut bukan masuk desa Ella Daya namun Desa Daramista.

Padahal peta lokasi berada di dusun Bukakak, desa Ellak Daya.

“Setelah saya cari informasi kepada masyarakat, aktivitas penambangan itu bukan di Dusun Bukakak, Desa Ellak Daya, tapi sudah masuk Desa Daramista,” sebutnya.

Berkaitan dengan itu, Detikzone.net bersama tim media mendatangi kantor Kecamatan Lenteng.

Saat dikonfirmasi, Plt Camat Lenteng, Suyadi Irawan menyebut bahwa pengerjaan tambang fosfat tersebut belum ada pemberitahuan.

“Sejauh ini belum ada pemberitahuan kepada kami,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan