Songsong Generasi Emas, Mahasiswa Siap Satu Barisan dengan Pemerintah 

20221025 215408 0000

Surabaya, Detikzone.net–Aliansi Mahasiswa Penyelamat Indonesia (AMPI) beserta Koalisi Mahasiswa Surabaya yang diikuti sekitar 35 orang dari kelompok BEM Universitas Dr.Soetomo Surabaya, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan HMI Cabang Surabaya menggelar kembali FGD (Focus Group Discussion) di Kedai Ori Jl.Manyar Tirtoyoso no.90 Manyar Surabaya. Selasa sore,(25/10/2022).

Dipandu oleh Hijril ketua Komisariat HMI Universitas Dr.Soetomo Surabaya FGD yang bertajuk “Peran Mahasiswa Dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah, Menuju Indonesia Emas” menjadi topik pembahasan.

Turut hadir Rahmat.S.Pd, selaku Ketua Umum HMI Cabang Surabaya, Rizky Afif Wardana, Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sebagai narasumber dan Daming Laisao, Mantan Ketua BEM Universitas Dr.Soetomo Surabaya sekaligus Sekda BEM Nusantara Jatim juga ditunjuk sebagai Koordinator BEM RI turut gabung menjadi narasumber dalam pembahasan kali ini.

Rizky Afif Wardana menyampaikan bahwa, Kebijakan pemerintah tidak selamanya dikritisi tetapi harus didukung dalam hal kebijakan membangun intelektual dan Inovasi. Sehingga mampu memberikan solusi pada masyarakat.

Rizky menjelaskan, “Presiden Jokowi memberikan informasi, kita harus mempersiapkan diri dari sekarang untuk menyambut kemajuan kedepannya,” jelasnya.

“Kita harus bertransformasi dan terus menciptakan akademik, inovasi dan kreativitas. Harus mendukung dan menciptakan UMKM”. terang Rizky.

Disebutkan Generasi off Cheng, tahun 2023 Indonesia akan mengalami resesi besar-besaran, maka harus optimis untuk menjemput perubahan kedepannya, dengan mendukung dan membantu upaya pemerintah untuk menciptakan ekonomi yang stabil.

Pembahasan diskusi terus bergulir pada Daming Laisao yang menjabarkan, di era moderenisasi ini sudah dimudahkan mengakses segala bentuk informasi, sehingga tidak ada alasan bagi mahasiswa untuk tidak menciptakan atau meningkatkan potensi baik akademik, kreatif, dan inovasi. Mahasiswa harus menerima perubahan, siklus globalisasi dan cara untuk menempatkan diri pada posisi saat ini.

Disela pembicaraannya Daming menambahkan, Sebagai mahasiswa wajib mendukung pemerintah dalam setiap langkah kemajuan negara. Meski kritik dan masukan juga tetap harus disampaikan untuk tujuan yang lebih baik. Mahasiswa sebagai anak bangsa harus bisa bersinergi dengan upaya yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah.

“Mahasiswa harus mampu berpikir jernih dan cerdas, tidak mudah terpengaruh dengan narasi yang di bangun oleh kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan negeri ini. Kita harus dukung upaya dan langkah kebijakan pemerintah untuk mengembalikan ekonomi rakyat pasca pandemi covid 19,” ujar Daming.

Rahmat menututkan, “Pada 2045 Indonesia sudah mencapai 1 abad, tahun 2045 Indonesia berpotensi untuk mewujudkan Indonesia Emas. Untuk mengarahkan kesana tidak semudah membalikkan telapak tangan, harus melewati berbagi lika-liku, salah satunya adalah sinergi antara seluruh elemen baik mahasiswa, pemuda masyarakat dan pemerintah,” tuturnya.

Menurutnya, Dalam menyambut Indonesia Emas 2045 Digital Mentality tidak hanya penikmat teknologi tetapi harus menjadi produsen. Mahasiswa harus meningkatkan diri pada tiga hal yaitu Akademis, berorganisasi, banyak membaca buku dan aksi nyata. Menyongsong bangkitnya generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Peningkatan pendidikan perlu dipersiapkan untuk membentuk perspektif masyarakat yang berkualitas, maju, mandiri, dan modern, serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa di masa depan.,” Jelasnya

Ia menambahkan, Indonesia yang sudah dianggap emas dari dulu, membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat khususnya mahasiswa agar emasnya benar – benar terwujud pada tahun 2045.

“Perlu persiapan transformasi dari setiap pemimpin yang memimpin bangsa ini dari periode ke periode kedepannya harus berkualitas untuk mempersiapkan bangsa ini menuju Indonesia Emas tahun 2045,” ungkapnya.

“Tugas kita sekarang harus menyampaikan kepada pemerintah tentang potensi kita, mahasiswa sebagai agen off change. Sudah seharusnya mahasiswa tidak hanya kritis tetapi mahasiswa harus bisa memberikan solusi pada pemerintah. Tidak hanya mengkritik tetapi juga harus memberikan ide dan gagasan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan