6 Penculik Sadis Dilepas Polres Sumenep , Kades Lapa Laok Akui Hampir Tak Berkutik

20220905 025023 0000
Foto: Sukki, warga Lapa Laok, yang menjadi korban penculikan ( kiri)

Sumenep, Detikzone.net- Kasus 6 tersangka penculikan sadis yang dilakukan warga Bangkalan terhadap warga Lapa Laok, Kecamatan Dungkek bernama Sukki (45) yang dijerat ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara kini tinggal cerita karena sudah dilepas melalui restorative Justice oleh Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin, 24/10.

Bahkan terkait proses Restorative Justice tersebut, Kades Lapa Laok, Imam Ghazali mengaku hampir tidak berkutik.

“Desa Lapa Laok memang beda dengan desa lain. Saya hampir tak bisa berkutik, sekali lagi Mohon maaf saya harus patuh pada keputusan yang sepuh,” dalihnya.

Dirinya pun sebetulnya tidak terima terkait pelepasan 6 tersangka tersebut.

“Sebetulnya tidak terima waktu itu, tapi kalau korban mau, ya gimana lagi,” sambungnya.

Tidak hanya itu, Imam Ghazali juga kebingungan saat ditanya program Restorative Justice saat dikonfirmasi.

“Ye tak tao enje’ ( Ya tidak tahu). Intinya begini, yang bersangkutan sudah damai dan difasilitasi oleh Kapolres. Pernyataannya itu cuma cabut berkas antara kedua belah pihak itu damai dan disaksikan oleh tokoh masyarakat,” ungkap Kades Imam Ghazali. 19/10.

Pihaknya mengira ke 6 pelaku penculikan ada di jeruji besi. “Ya mungkin,” tandasnya.

Adanya dugaan ketidak beresan terkait pelepasan tersebut, Detikzone.net bersama tim Turlap ke rumah Korban yang dipenuhi CCTV.

Akan tetapi korban penculikan sadis tersebut sedang tidak ada di rumahnya.

“Bapak keluar mas, tidak tahu kemana. Mengenai Hutang yang disebutkan itu bukanlah hutang akan tetapi investasi kan sama sama rugi,” jelas keluarga korban.

Sumber informasi lain yang masih keluarga korban menambahkan bahwa korban masih trauma pasca kejadian penculikan tragis yang menimpanya.

“Korban ini masih trauma pasca kasus penculikan tersebut. Apalagi jika kesana pakai mobil,” tambahnya.

 

20221024 183828 0000 e1666611576929
Foto: Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH saat diwawancarai oleh Detikzone.net

Berkaitan dengan kasus yang sembat menghebohkan itu, Pengamanan Internal (Paminal ) Polda Jatim menganjurkan Detikzone.net agar segera membuat Dumas.

“Kirim Dumas aja, biar nanti ditindaklanjuti Propam, Kalau saya tidak bisa turun secara pribadi kalau tidak ada dasar Dumas,” ujar sumber informasi yang ada di Pengamanan Internal (Paminal ) Polda Jatim saat dimintai tanggapannya terkait adanya dugaan ketidakberesan pelepasan 6 tersangka kasus penculikan dan penganiayaan yang sudah di RJ. 23/10/2022.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur AKP Widiarti, SH menganjurkan wartawan untuk melakukan koordinasi kembali dengan Kepala Desa Lapa Laok dan korban penculikan bernama Sukki (45) . 24/10/2022.

“Gini aja lah mas, sampean masuk investigasi dari luar kan. Lebih jelasnya wes, sampean cek lagi koordinasi dengan Korban maupun tersangka termasuk dengan kepala Desa,” ujar Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, SH saat dikonfirmasi.

Bahkan, Polwan senior Polres Sumenep ini menyebut agar Jurnalis investigasi Detikzone.net yang menggali informasi aktual untuk tidak Baper.

” Sampean jangan Baper (bawa perasaan) karena ada rasa sakit hati, ada tanda kutip sesuatu,” tutur Humas kebanggan Polres Sumenep ini.

Terkait kasus yang di Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, pihaknya sudah menjelaskan bahwa sudah di RJ.”Sudah di RJ dan sudah dilakukan gelar perkara,” jelasnya.

AKP Widiarti juga menjelaskan
bahwa ada perintah dari atas mengenai Restorative Justice. “Kita karena ada petunjuk dari atas terkait untuk Restorative justice,” ucap Widi.

Disinggung selektifitas dan kategori pidana seperti apa yang boleh digelar Restorative Justice, Mau Humas Polres Sumenep tidak bisa menjawab secara detail. “Terkait kategori itu contohnya kayak kasus masalah anak anak, itu gak boleh. Karena ada pidana yang luar biasa yang mengakibatkan anak itu mengalami trauma luar biasa,” ucap AKP Widi.

Disinggung, apakah Sukki (45) korban kejahatan dari 6 gerombolan penculik asal Bangkalan tidak mengalami hal serupa, Kasi Humas Polres terkesan menjawab kebingungan.

Coba, itu harus dilihat ke belakangnya, cerita awalnya seperti apa kok bisa terjadi seperti itu,” terangnya.

Secara gamblang, Widi pun memastikan bahwa tidak takut dengan kritik bahkan meminta jika ada anggotanya yang melanggar untuk melaporkan ke Propam.

Silahkan di cek. Jika ada penyidik saya di Polres Sumenep sampek ada uang uang. Silahkan di cek kalau memang ada keterlibatan anggota, silahkan Laporkan ke Propam. Kami tidak takut dengan kritik,” pungkas AKP Widi.

Widi berjanji terkait aturan Restorative Justice akan mengirim pesan WhatsApp. “Saya akan kirim melalui WhatsApp,” tandas Widi.

Beberapa Jam kemudian, Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH mengirim aturan restoran Restorative Justice yang diduga menjadi kiblat referensinya mengeluarkan 6 tersangka kasus penculikan sadis yang dilakukan oleh warga Bangkalan.

Berikut isinya:

Perpol No. 8 Tahun 2021, Persyaratan umum, penanganan tindak pidana berdasarkan RJ meliputi materiil dan dan formil

*Persyaratan Materiil*
1. Tidak menimbulkan keresahan dan/atau penolakan dari masyarakat
2. Tidak berdampak konflik sosial
3. Tidak berpotensi memecah belah bangsa
4. Tidak radikalisme dan separatisme
5. Bukan pelaku pengulangan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan
6. Bukan Tindak pidana terorisme, tindak pidana terhadap keamanan negara, tindak pidana korupsi dan tindak pidana nyawa orang

*Persyaratan Formil*

1. Perdamaian dari dua belah pihak yang dibuktikan dengan kesepakatan perdamaian dan ditandatangani oleh para pihak, kecuali untuk Tindak pidana narkotika

2. Pemenuhan hak-hak korban dan tanggung jawab pelaku berupa pengembalian barang, mengganti kerugian , mengganti biaya yang ditimbulkan dari akibat tindak pidana dan/atau mengganti kerusan yang ditimbulkan akibat tindak pidana. Dibuktikan dengan surat pernyataan sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani oleh pihak korban ( kecuali untuk Tindak pidana narkotika )

Detikzone.net dan tim pun bertanya, apakah tidak ada maksimal ancaman hukuman dalam program Restorative Justice?

Tidak ada,” katanya singkat.

Kemudian, Detikzone.net mengulas sedikit terkait salah satu poin persyaratan materil  yang ada di pasal 1. Tidak menimbulkan keresahan dan/penolakan dari masyarakat.

“Apakah menurut komandan, masyarakat Sumenep tidak resah dengan dikeluarkannya 6 tersangka penculikan  ini ?

“Yang dimaksud masyarkat ini, masyarakat yang mana? Saya juga masyarakat,” demikian pertanyaan yang disampaikan.

Namun hingga berita ini terbit, Humas Polres Sumenep tidak memberikan klarifikasi.

 

Tinggalkan Balasan